April 2, 2015

         

Disperta: Kupu Putih Hama Tak Membahayakan

Namun Merugikan Petani

KOTA-Serangan kupu-kupu putih yang bikin gatal dan mengurangi hasil panen di wilayah Kecamatan Torjun dan Jrengik, perlu penanganan khusus dari instansi terkait. Pasalnya, kupu-kupu yang jumlahnya ribuan tersebut telah membuat warga gatal-gatal dan mengalami luka seperti penyakit herpes. Kepala Dinas Pertanian Agus Santoso melalui Kepala Bidang Teknik Pertanian Suyono menyampaikan, gatal-gatal dan luka yang menyerupai penyakit herpes bukan akibat dari kupu-kupu putih.

Melainkan, akibat serangan tomcat yang apabila musim panen masih terus mengintai. Berdasar dari pengalaman, kata Suyono yang rumahnya dekat persawahan tersebut, gatal-gatal dan luka seperti penyakit herpes yang dialami warga akibat serangan tomcat. ”Rumah saya dekat persawahan dan banyak kupu-kupu putih. Kebetulan istri saya juga mengalami gatal-gatal, tapi setelah diperiksa bukan karena kupukupu putih tapi tomcat,” ujarnya mencontohkan.

Namun pihaknya tidak menyangkal jika kupu-kupu putih merupakan hama yang dapat merugikan petani. Menurut dia, kupu-kupu putih merupakan hama penggerek batang yang menyerang tanaman sejak masa pembibitan. Karena itu, pihaknya meminta para petani untuk merendam batang hasil panen selama tiga hari atau membakar batang sisa padi usai dipanen sebelum dilakukan pembenihan. ”Jika tidak mempan maka langkah terakhir bisa menggunakan insektisida,” paparnya.

Meski merugikan, sambungnya, namun hama ini tidak membahayakan bagi manusia. Kupu-kupu putih perkembangannya sangat pesat, dari hasil telurnya akan menetas 165 ekor kepongpong yang siap menyebar ke seluruh tanaman. ”Makanya warga mengaku setiap hari ada ribuan kupu-kupu putih pada masa panen dan masa pembibitan karena memang pesat pertumbuhannya,” lanjut Suyono. (radar)

Komentar Anda

komentar

Article Tags

Related Posts

Bagikan
Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com