Sampang|25 Maret 2013 11:59 pm

Disperta: Kupu Putih Hama Tak Membahayakan

Namun Merugikan Petani

KOTA-Serangan kupu-kupu putih yang bikin gatal dan mengurangi hasil panen di wilayah Kecamatan Torjun dan Jrengik, perlu penanganan khusus dari instansi terkait. Pasalnya, kupu-kupu yang jumlahnya ribuan tersebut telah membuat warga gatal-gatal dan mengalami luka seperti penyakit herpes. Kepala Dinas Pertanian Agus Santoso melalui Kepala Bidang Teknik Pertanian Suyono menyampaikan, gatal-gatal dan luka yang menyerupai penyakit herpes bukan akibat dari kupu-kupu putih.

Melainkan, akibat serangan tomcat yang apabila musim panen masih terus mengintai. Berdasar dari pengalaman, kata Suyono yang rumahnya dekat persawahan tersebut, gatal-gatal dan luka seperti penyakit herpes yang dialami warga akibat serangan tomcat. ”Rumah saya dekat persawahan dan banyak kupu-kupu putih. Kebetulan istri saya juga mengalami gatal-gatal, tapi setelah diperiksa bukan karena kupukupu putih tapi tomcat,” ujarnya mencontohkan.

    

Namun pihaknya tidak menyangkal jika kupu-kupu putih merupakan hama yang dapat merugikan petani. Menurut dia, kupu-kupu putih merupakan hama penggerek batang yang menyerang tanaman sejak masa pembibitan. Karena itu, pihaknya meminta para petani untuk merendam batang hasil panen selama tiga hari atau membakar batang sisa padi usai dipanen sebelum dilakukan pembenihan. ”Jika tidak mempan maka langkah terakhir bisa menggunakan insektisida,” paparnya.

Meski merugikan, sambungnya, namun hama ini tidak membahayakan bagi manusia. Kupu-kupu putih perkembangannya sangat pesat, dari hasil telurnya akan menetas 165 ekor kepongpong yang siap menyebar ke seluruh tanaman. ”Makanya warga mengaku setiap hari ada ribuan kupu-kupu putih pada masa panen dan masa pembibitan karena memang pesat pertumbuhannya,” lanjut Suyono. (radar)

Berita yang terkait :

  • Warga yang Dihinggapi Gatal-Gatal BURNEH-Musim panen padi di Kampung Usun Lobuk, Desa Tonjung, Kecamatan Burneh, menjadi keresahan tersendiri bagi warga desa sekitar areal panen padi. Pasalnya, bersamaan panen padi, saat itu juga warga desa mengalami gatal-gatal. Diduga ...

  • KOTA-Masa tanam pertama yang memunculkan kegagalan panen bagi petani di Dusun Gligis, Desa Gunung Maddah, Kota Sampang, memunculkan trauma bagi petani setempat. Karena itu, pada masa tanam padi kedua kali ini, dibutuhkan pengawalan serius dari petani agar padi tidak ters ...

  • Warga Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, yang mengungsi akibat rumahnya ambles, harus bersabar. Sebab, meski sudah mengungsi, mereka ditimpa masalah lain. Yaitu menderita gatal-gatal dan pusing akibat sesuatu yang keluar dari pecahan bumi tersebut. WARGA ...

  • Tanaman Padi Diserang Hama ARJASA-Musim hujan tahun ini cukup meresahkan petani di Kepulauan Kangean. Pasalnya, panen raya yang ditunggu terancam gagal. Itu karena hama penggerek batang menyerang tanaman padi. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, 19 desa di Kecamatan Arjasa ...

  • KOTA – Dampak perubahan iklim dan jadwal bercocok tanam berpengaruh terhadap munculnya hawa yang merusak pertanian di Sampang. Tahun ini, hama tikus dan wereng mulai menyerang lahan pertanian. Akibatnya, berdampak pada kualitas hasil produksi pertanian, terutama padi. ” ...

Komentar

Comments