Headline News:

Dewan Ribut PAW Hasan Ahmad

KOTA-Proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Sampang, Hasan Ahmad mengundang keributan di internal DPRD Sampang. Meski sudah melalui rapat paripurna, sebagian anggota DPRD ada yang menolak keputusan PAW tersebut. Sebut saja, Fauzan Adima rekan kerja Hasan di komisi A ini menilai, PAW yang ditetapkan oleh DPRD Sampang terlalu dipaksakan. Sebab, proses PAW tidak memiliki payung hukum.


Untuk itu, politisi asal Tambelangan ini menegaskan, pemecatan Hasan Ahmad itu cacat hukum. Pasalnya, Hingga sekarang status Hasan Ahmad belum dinyatakan dan divonis oleh pengadilan. Yang bersangkutan masih proses penyidikan kepolisian. ”Kenapa sudah diparipurnakan dan diputuskan. Jika pengajuan pemecatan itu dari parpol, tidak seharusnya diperlakukan semena-mena seperti ini. Dia juga berhak melakukan pembelaan,” kata Fauzan.

Pihaknya menilai, anggota dewan yang dipecat, harus berdasarkan peraturan ketika ditetapkan pengadilan hukuman minimal lima tahun penjara. Sedangkan, Hasan Ahmad masih belum bisa ditetapkan. Jadi dasar hukumnya harus ada putusan dari pengadilan. Ketua Komisi A DPRD Sampang, Moh Hodai justru sepakat dengan putusan pimpinan sidang, Imam Ubaidillah.

Dalam proses pemberhentian itu sudah jelas diatur dalam tatib DPRD No 6/2010 pasal 95. Yang intinya pemberhentian itu bisa diajukan oleh partai politik yang mengusungnya. ”Selain itu, pasal lain yang menjelaskan adanya pelanggaran tatib dan kode etik kedewanan. Nah, kasus anggota kami itu sudah dinyatakan melanggar kode etik dan mencemarkan nama baik partainya. Sehingga dilakukan pengajuan pemecatan oleh partainya,” terang Hodai.

Terpisah, Ketua DPRD Sampang, Imam Ubaidillah menegaskan, putusan PAW sudah ada landsan hukumnya. Yaitu, usulan pemecatan dari partai PPP, kemudian dilakukan investigasi oleh badan kehormatan (BK). Sehingga Hasan Ahmad telah terbukti melakukan pelanggaran kode etik. ”PPP sudah mengajukan surat pemecatan untuk di PAW. Ini juga sudah hasil keputusan BK setelah melakukan investigasi. Sehingga kami sahkan,” tegasnya. (radar)

Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan, Berita Sumenep

↑ Grab this Headline Animator

kata Kunci Terkait:

  • ribut madura

Komentar Anda

komentar

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com