Sampang|10 Juli 2013 1:30 pm

Dewan Ribut PAW Hasan Ahmad

KOTA-Proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Sampang, Hasan Ahmad mengundang keributan di internal DPRD Sampang. Meski sudah melalui rapat paripurna, sebagian anggota DPRD ada yang menolak keputusan PAW tersebut. Sebut saja, Fauzan Adima rekan kerja Hasan di komisi A ini menilai, PAW yang ditetapkan oleh DPRD Sampang terlalu dipaksakan. Sebab, proses PAW tidak memiliki payung hukum.

Untuk itu, politisi asal Tambelangan ini menegaskan, pemecatan Hasan Ahmad itu cacat hukum. Pasalnya, Hingga sekarang status Hasan Ahmad belum dinyatakan dan divonis oleh pengadilan. Yang bersangkutan masih proses penyidikan kepolisian. ”Kenapa sudah diparipurnakan dan diputuskan. Jika pengajuan pemecatan itu dari parpol, tidak seharusnya diperlakukan semena-mena seperti ini. Dia juga berhak melakukan pembelaan,” kata Fauzan.

Pihaknya menilai, anggota dewan yang dipecat, harus berdasarkan peraturan ketika ditetapkan pengadilan hukuman minimal lima tahun penjara. Sedangkan, Hasan Ahmad masih belum bisa ditetapkan. Jadi dasar hukumnya harus ada putusan dari pengadilan. Ketua Komisi A DPRD Sampang, Moh Hodai justru sepakat dengan putusan pimpinan sidang, Imam Ubaidillah.

Dalam proses pemberhentian itu sudah jelas diatur dalam tatib DPRD No 6/2010 pasal 95. Yang intinya pemberhentian itu bisa diajukan oleh partai politik yang mengusungnya. ”Selain itu, pasal lain yang menjelaskan adanya pelanggaran tatib dan kode etik kedewanan. Nah, kasus anggota kami itu sudah dinyatakan melanggar kode etik dan mencemarkan nama baik partainya. Sehingga dilakukan pengajuan pemecatan oleh partainya,” terang Hodai.

Terpisah, Ketua DPRD Sampang, Imam Ubaidillah menegaskan, putusan PAW sudah ada landsan hukumnya. Yaitu, usulan pemecatan dari partai PPP, kemudian dilakukan investigasi oleh badan kehormatan (BK). Sehingga Hasan Ahmad telah terbukti melakukan pelanggaran kode etik. ”PPP sudah mengajukan surat pemecatan untuk di PAW. Ini juga sudah hasil keputusan BK setelah melakukan investigasi. Sehingga kami sahkan,” tegasnya. (radar)

Baca Juga :

  • PPP Rekom PAW ke Pimpinan KOTA-Pimpinan tertinggi DPRD Sampang memastikan Moch. Hasan Ahmad alias Ihsan anggota komisi A positif dipecat. Dengan demikian, dalam waktu dekat partai pengusung wakil rakyat yang terbelit kasus cabul itu, harus melakukan penggantian antar wa ...

  • KOTA-Dua anggota baru Dewan Penvakiian Rakyat Daerah (DPRD) Sampang hasil pergantian antar waktu (PAW) kemarin (23/9) diambil sumpahnya. Sidang paripurna istimewa itu dilakukan di gedung DPRD Sampang pukul 10.00 dan dipimpin langsung Ketua DPRD Sampang KH imam Ubaidillah ...

  • KOTA-Proses pergantian antar waktu (PAW) Moch. Hasan Ahmad kini memasuki tahap verifi kasi di tingkat KPU Sampang. KPU memastikan pengganti Hasan Ahmad tidak sesuai dengan hasil perolehan suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2009. Hal itu dikarenakan nomor urut dua set ...

  • KOTA-Hasan Ahmad, anggota DPRD Sampang yang terjerat kasus pencabulan hingga kini belum mendapat sanksi dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Sampang. Alasannya, meski sudah dua pekan lebih kasus tersebut bergulir, namun BK mengaku belum mendapat tembusan. Sehingga BK enggan m ...

  • Anggota Keluarkan Mosi Tak Percaya KOTA-Dinilai telah melangkahi kebijakan Komisi A DPRD Sampang, Rahmad Hidayat selaku wakil ketua komisi A dilengserkan anggotanya, kemarin siang (29/5). Pimpinan beserta anggota komisi menyatakan mosi tidak percaya kepada wakil ketua k ...

Komentar

Comments

Tag:
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg

Comments are closed