Cuaca Ekstrem, Nelayan Tak Melaut

CAMPLONG – Cuaca ekstrem  mulai menghantui para nelayan di wilayah pesisir Sampang. Akibat gelombang tinggi dan angin kencang, para nelayan di  sepanjang pantai Kecamatan Camplong tidak dapat melaut.  Perahu nelayan terpaksa ditambatkan  di pinggir pantai.

Cuaca-Ekstrem,-Nelayan-Tak-Melaut

Sedikitnya, 100 perahu diparkir di sepanjang pantai Kecamatan  Camplong kemarin (10/2). Deretan perahu itu paling banyak di  Desa Dharma Tanjung dan  Desa Dharma Camplong. Selama  dua hari terakhir, para nelayan tidak melaut. Moh. Anshori, 36, nelayan asal  Desa Dharma Tanjung, mengaku,  angin kencang sangat berdampak terhadap penghasilan nelayan.

Terutama, nelayan yang menggunakan  perahu berukuran kecil. Perahu kecil tidak mampu menahan terjangan ombak. Karena itu, keselamatan nelayan terancam.  ”Apalagi, para nelayan biasa  mencari ikan hingga tengah laut.  Sekarang ikan hanya ada di tengah  laut. Tapi, kalau ombaknya besar  seperti ini, terpaksa kami menunggu  cuaca normal,” ungkapnya.

Jika tetap memaksa melaut, kata dia, bukan hanya nyawa yang  terancam. Namun, penghasilan  rata-rata minim. Dengan begitu, nelayan harus siap rugi. Sebab, biaya solar cukup mahal, sedangkan tangkapan sedikit. Alasan itulah  yang membuat nelayan harus  berpikir dua kali untuk melaut.

”Terkadang kita juga takut kalau yang melaut sedikit. Apalagi,  ancaman petir di tengah laut cukup menakutkan saat cuaca seperti sekarang. Tidak sedikit nelayan yang meninggal tersambar petir,” imbuhnya.  Lantaran minimnya aktivitas nelayan, harga ikan di Kecamatan  Camplong mahal. Seperti yang terjadi di Pasar Dharma Tanjung. Harga semua jenis ikan laut naik hampir dua kali lipat.

”Dari nelayan sudah naik. Jadi, saya naikkan juga harga ikannya.  Kalau harga tidak pasti sehingga  kami tidak bisa menyebutkan,” ujar Rahemah, 40, pedagang ikan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • contoh teka berita nelyan tidak melaut