Sampang|19 Juni 2013 10:06 am

Bintang Timur Juarai Kerapan Sapi Tanggeen

KETAPANG-Kejuaraan Kerapan Sapi Tanggeen yang digelar di Lapangan Priok Pantura, Kecamatan Ketapang sejak Sabtu (15/6) hingga Senin (17/6) akhirnya dimenangkan sapi kerap Bintang Timur milik Kades Nyalabu Laok, Kecamatan Kota Pamekasan, H M Fakhrurrozi. Sapi Bintang Timur berhasil menyisihkan 48 sapi lainnya yang turun dalam kejuaraan ajang silaturahmi tokoh pengerap Madura, H Sahid. Data dari panitia kegiatan disebutkan, juara II diraih Sapi Bintang Ngalle milik H Safi e dari Jakarta.

Sedangkan juara III dimenangkan Sapi Roket Terbang milik H Dakkir dari Kecamatan Omben, Sampang. Adapun juara I bagian kalah diraih Sapi Gajah Mada, Juara II Sapi Tripas, dan juara III Sapi Malateh Tompang. Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Hakiki mengatakan, kejuaran tersebut berlangsung lancar. ”Alhamdulillah kejuaraan Tanggeen berjalan sesuai harapan.

Hal tersebut tidak terlepas dari kesigapan panitia, serta kerjasama antarpengerap yang menunjukkan tingkat kedewasaan dan pemahaman tata aturan pakem lama yang selama ini digunakan,” ungkapnya kemarin (18/6). Meski kegiatan berjalan selama tiga hari, namun para pengerap ini tidak meninggalkan kewajiban mereka. ”Selama pelaksanaan kerapan berlangsung, peserta diberikan kesempatan menjalankan salat. Sebab, saat azan berkumandang aktivitas kerapan kami hentikan.

Bahkan, kami siapkan musala dan tempat wudu sehingga kewajiban sebagai umat muslim bisa dilaksanakan,” paparnya. Untuk diketahui, para pengerap se- Madura saat ini terus berinovasi dalam melestarikan budaya kerapan sapi. Para pengerap bekerja sama dengan tim yang tergabung di Jet Matic Foundation Madura. Mereka terus mencari formulasi terbaik dalam rangka menyatukan kembali perbedaan yang selama ini terjadi. ”Kami tidak menyalahkan siapa pun.

Mudah-mudahan dengan duduk bersama, solusi terbaik untuk menyelamatkan kebudayaan yang kita cintai ini terwujud. Bagaimanapun kerapan sapi dengan pakem lama ini telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Madura. Bahkan, sudah menjadi pekerjaan utama sejumlah warga,” terang Ahmad Hakiki yang juga dikenal sebagai pengerap dari kalangan muda. Terpisah, H Sahid yang juga merupakan ketua Jet Matic Foundatian Madura mengatakan, pihaknya akan terus mendukung pikiran cerdas anak muda dan tokoh Madura yang menginginkan kelestarian kerapan sapi.

Menurutnya, budaya kerapan sapi merupakan warisan budaya yang harus dipertahankan. Terkait dengan kejuaraan kerapan yang baru saja selesai dilaksanakan, H Sahid menyampaikan terima kasih kepada semua pencinta kerapan sapi. ”Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pengerap dan masyarakat. Baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kejuaraan ini. Saya juga ucapkan selamat kepada para pemenang,” singkat tokoh Madura tersebut. (radar)

Baca Juga :

  • Jadi Ajang Silaturahmi Antarpekerab Se-Madura KETAPANG-Sebanyak 48 pasang sapi kerap se-Madura kemarin (16/6) berlaga di arena pacu Lapangan Priok Pantura, Ketapang. Kerapan sapi yang digelar sejak Sabtu (15/6) hingga kemarin itu merupakan kerapan tanggeen. Tokoh kerap ...

  • SAMPANG - Di tengah arus modemitas, kerapan sapi merupakan salah satu kekayaan budaya Madura yang mampu bertahan hingga saat ini. Bahkan, peminatnya justru semakin banyak. Buktinya, 48 pasang sapi asal empat kabupaten di Madura tercatat menjadi pesona dalam lomba kerapan ...

  • PAMEKASAN-Kejuaraan kerapan sapi yang memperebutkan Piala Presiden, atau yang biasa disebut dengan istilah gubeng resmi dibekukan. Tahun ini, tradisi yang sudah berjalan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam itu ditiadakan. Padahal, rencana sebelumnya, gubeng di ...

  • KOTA-Juara Kerapan Sapi Piala Presiden atau gubeng dengan sistem rekeng diraih pasangan sapi Geng Motor milik Agil asal Kabupaten Sampang. Hal itu diketahui setelah laga final Senin sore (4/11) di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo. Selain mendapat trofi bergilir dari Presid ...

  • ;QANGKALAN-Pembekuan kerapan sapi memperebutkan Piala Basman (gubeng) menarik reaksi sejumlah kalangan. Di antaranya 'Kalangan pecinta kerapan sapi. Kaiman ini berpendapat pembekuan tersebut mengancam kelestarian budaya kcrapan sapi di Madura.  Mahfud, tokoh dan pecinta ...

Komentar

Comments

Comments are closed