Banjir Rusak 150 Hektare Tambak

DKPP Tak Jamin Berikan Bantuan

KOTA – Banjir yang terjadi di  Kabupaten Sampang tidak hanya merusak fasilitas umum. Sekitar 150 hektare tambak garam dan ikan milik petani di Kelurahan Polagan, Kota Sampang, rusak pasca banjir. Total kerugian sementara sekitar Rp 200 juta.

Warga-saat-melintas-di-areal-tambak-yang-berada-di-Kelurahan-Polagan,-Kecamatan-Sampang,-kemarin

Data di Dinas Kelautan  Perikanan dan Peternakan (DKPP) Sampang, sedikitnya  terdapat sekitar 100 petak tambak garam dan ikan. Masing-masing tambak jika dirata- rata kerugiannya berkisar  Rp 2 juta. Sehingga totalnya  mencapai Rp 200 juta.

Pihak DKPP Sampang hanya bisa mendata lokasi terdampak. Sedangkan bantuan terhadap  pemilik tambak yang rusak akibat banjir tidak ada. Selain di Kecamatan Sampang, sejumlah tambak di kecamatan lainnya juga rusak. Sedangkan di Kecamatan  Pangarengan dan Sreseh  hanya mengalami luapan air  akibat hujan deras.

Akibatnya, bibit ikan yang berada di  tambak hanyut oleh luapan air hujan. Petani pun merugi. Kepala Bidang (Kabid) Kelautan DKPP Sampang Moh.  Mahfud mengatakan, 150  hektare tambak garam dan ikan itu rata-rata terendam  banjir dan tanggulnya jebol. Pihaknya menegaskan tidak bisa memberikan bantuan terhadap pemilik tambak.

”Kami hanya memberikan  bantuan yang ada. Kalau anggaran akibat bencana, kami  tidak punya,” katanya mewakili Kepala DKPP Sampang Sri Andoyo Sudono, kemarin (5/3). Mahfud menambahkan, ikan yang ada di tambak banyak yang  hilang. Sebab tanggulnya jebol,  ikannya terbawa arus banjir.

”Kalau yang rusak akibat banjir,  ikannya terbawa arus. Sedangkan tambak yang terguyur hujan lebat, ikan-ikan pindah ke tambak  yang lain,” jelasnya. Dikatakan, pihaknya saat ini hanya memverifikasi lahan tambak akibat banjir. Sedangkan tambak petani yang ada di Sampang saat ini ratarata  berisi bandeng, udang,  dan mujair.

”Kemungkinan  kami hanya bisa memberikan  bantuan seadanya. Itu  pun kalau ada,” paparnya.   Anggota Komisi II DPRD Sampang Shohebus Shulton meminta pihak terkait untuk  memberikan bantuan. Hal itu dilakukan guna meringankan beban warga yang sudah tertimpa  musibah. ”Itu mata  pencaharian mereka. Jika semua  tambaknya jebol, pasti tidak akan ada pemasukan,”  pintanya. (radar)