Angka Putus Sekolah Nomor Satu Se-Jawa Timur

SAMPANG – Kondisi pendidikan Sampang harus dibenahi. Sebab, Kota Bahari itu masih jadi juara I se-Jawa Timur (Jatim).  Yakni, sebagai penyumbang  terbanyak jumlah angka putus sekolah di Jatim. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik)  Provinsi Jatim Saiful Rachman usai mengisi pelantikan dan  Rapim PW IPNU di Surabaya  kemarin (29/11).

Angka-Putus-Sekolah-Nomor-Satu-Se-Jawa-Timur

Menurut dia, banyaknya anak putus sekolah di Sampang disebabkan merantau ke luar negeri.  ”Makanya, perlu langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan,” sarannya.

Saiful mengaku sudah menginstruksikan kepada dinas pendidikan di Sampang agar  berupaya mengurangi angka putus sekolah. Dengan begitu, usia produktif anak bisa dimanfaatkan untuk belajar, bukan malah bekerja.

Dikonfirmasi, Kabid Kurikulum Disdik Sampang Arief Budiansor tidak menampik, angka putus sekolah di Sampang cukup tinggi. Jumlahnya 1.302 anak. Perinciannya, jenjang SD/MI berjumlah 657 siswa, SMP/MTs  sebanyak 500 siswa, dan SMK/  SMA/MA sebanyak 145 siswa.

Faktor penyebab putus sekolah, kata dia, bukan karena mahalnya biaya sekolah. Tapi,  karena berbagai alasan faktor ekonomi. Misalnya, mengikuti  jejak orang tua merantau  (bekerja, Red). Termasuk,  menikah di usia dini.

Solusinya, disdik akan mendirikan Sekolah Unit Baru (USB) di masing-masing kecamatan. Seperti tahun ini di Kecamatan Omben. Selain  itu, mengaktifkan sekolah  paket A, B, dan C.  ”Selain usaha di atas, kami juga selalu memberi pemahaman  kepada orang tua siswa,  agar mendorong putranya menyelesaikan jenjang pendidikan  sampai tuntas,” katanya.  (radar)

kata Kunci Terkait:

  • faktor penyebab putus sekolah di sampang
  • tingkat putus sekolah di bangkalan