90 PNS Tersandung Kasus

KOTA – Selama 2015, 90 pegawai negeri sipil (PNS) tersandung kasus. Perinciannya, 49 kasus indisipliner, 38 kasus perceraian perkawinan, dan tiga  kasus lain. Sayangnya, Inspektorat Sampang hanya memberikan pembinaan dan sanksi ringan.

Warga-hendak-masuk-ke-kantor-inspektorat-di-Jalan-Rajawali,-Sampang,-kemarin.

Kepala Inspektorat Sampang Nurul Hadi mengungkapkan, jumlah PNS yang tersandung kasus selama 2015 diakui cukup tinggi. Bahkan, hampir mencapai 100 kasus. Menurut Nurul Hadi, dari sekian kasus tersebut, termasuk pelanggaran ringan dan sedang.

”Kasus yang banyak, PNS yang tidak disiplin,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (13/1). Sayangnya, Nurul tidak bisa memerinci PNS  dari dinas apa saja yang banyak melanggar  aturan. Akan tetapi, 90 kasus itu merupakan kasus PNS yang dilaporkan ke inspektorat.

”Kami masih belum memilah dari instansi mana saja. Tapi, ada dari kecamatan, lingkungan  dinas, badan, dan kantor,” paparnya.  Dari 90 kasus itu, kata dia, semua sudah dilakukan pembinaan serta peringatan secara  tertulis. Terutama, bagi PNS yang tercatat sudah dua kali melakukan pelanggaran. Dari 90 kasus itu, belum termasuk kategori kasus berat.

”Kami menindaklanjuti laporan dari masing-masing kepala SKPD dan masyarakat,” tuturnya. Sanksi tersebut, jelas dia, diberikan langsung bupati dan sifatnya berjenjang. Sanksinya bermacam-macam. Semuanya sudah diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Sanksi  terhadapa PNS yang melanggar ada tiga.  Yakni, ringan, sedang dan berat.

Ketentuan pemberian sanksi itu diatur dalam  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010. Sanksi ringan sebatas teguran oleh pimpinan. Sementara sanksi sedang ada tiga. Yaitu, penundaan kenaikan gaji secara berkala, penundaan  kenaikan pangkat, dan penurunan pangkat,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsudin berharap, inspektorat benar-benar maksimal memberikan sanksi. Sebab, kasus pelanggaran PNS dinilai sangat banyak. Dengan demikian, sanksi tersebut diharapkan  menjadi efek jera.

”Ini hanya yang terdata dan masuk ke inspektorat. Saya yakin, kasus PNS itu lebih. Kami meminta kepada pihak terkait memberikan penindakan tegas,” pintanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • ketua inspektorat sampang