72 Persen Jatah Raskin Belum Terserap

Dewan Desak Kades Segera Menebus

KOTA – Menjelang tutup tahun,  masih banyak kepala desa  (Kades) di Kabupaten Sampang yang belum menebus beras untuk masyarakat miskin (raskin). Bahkan sebelum pelaksanaan pemilihan Kades bulan lalu, masih banyak  raskin yang belum ditebus.

Pekerja-saat-mengangkut-raskin-di-gudang-Bulog-yang-terletak-di-Jalan-Diponegoro-beberapa-waktu-lalu

Hal itu mendapat sorotan dari  Komisi IV DPRD Sampang. Wakil rakyat mendesak Kades segera menebus jatah  raskin untuk masing-masing  desa. Hal itu menyangkut kebutuhan dan hak masyarakat  penerima. Selain itu, dewan   meminta pemkab dan Bulog melakukan komunikasi untuk  mencari solusi.

Informasi yang dihimpun   Jawa Pos Radar Madura, dari  14 kecamatan hanya dua yang  sudah menebus raskin. Diantaranya, Kecamatan Kedungdung dan Tambelangan.  Sedangkan kecamatan yang lain belum tuntas. Untuk Kecamatan Sampang, Omben, Jrengik, dan Kecamatan  Karang Penang rata-rata dua sampai sembilan bulan  yang belum ditebus.

Untuk Kecamatan Banyuates empat sampai sembilan bulan. Sedangkan Kecamatan Ketapang dan Sokobanah rata-rata 5-10 bulan yang belum ditebus. Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri khawatir jika terus dibiarkan maka stok raskin yang ada akan rusak di  gudang Bulog.

Selain itu, penebusan raskin sudah menjadi tanggung jawab Kades. ”Kami  minta Kades secepatnya menebus   raskin. Apalagi sudahhampir tutup tahun. Kalau  dibiarkan kan eman. Raskin  juga sangat dibutuhkan rakyat,”  katanya kemarin (19/12).

Pihaknya meminta pemerintah  dan instansi terkait  harus gencar berkomunikasi  dan mencarikan solusi. ”Pemerintah  terkait jangan hanya  diam, tapi harus ada aksi agar Kades mau menebus raskin,” pintanya. Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Sampang Syamsul Hidayat mengatakan, data raskin yang belum ditebus itu sejak Januari-Oktober.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti kendala yang ada di bawah. Namun, pihaknya  sudah memberikan surat kepada kecamatan agar Kades secepatnya menebus raskin. ”Kendalanya saya masih belum  tahu pasti. Tapi yang jelas komunikasi dan desakan sudah kami lakukan,” ucapnya.

Ditambahkan Syamsul, ada  5.316.600 kilogram sisa pagu raskin yang ngendap di gudang  Bulog Sampang. Raskin tersebut merupakan jatah desa dan   kelurahan yang tidak ditebus dalam beberapa bulan terakhir. Pagu raskin per bulan secara keseluruhan sebanyak 1.629.705 kilogram.

Jumlah pagu raskin sejak  Januari-Desember berjumlah 19.556.460 kilogram. Sedangkan   realisasinya dari Januari-Oktober sebanyak 14.239.860 kilogram. Sisa pagunya 5.316.600 kilogram atau jika dipersentasekan mencapai 72,81 persen.

”Kalau jumlah K13 dan K14  sebanyak 3.259.410 kilogram. Jika dikalkulasi, kuota raskin  sebanyak 22.815.870 kilogram  pada 2015,” terangnya  kepada Jawa Pos  Radar Madura. ( radar)