7 Terdakwa Kasus Pesangon Tersenyum Tinggalkan Rutan

Pasca Ditetapkan sebagai Tahanan Kota

KOTA – Tujuh terdakwa kasus pesangon DPRD Sampang jilid II dipulangkan. Satu per satu terdakwa meninggalkan rumah tahanan (rutan) setelah mengurus administrasi penahanan kota di Rutan Kelas-II B Sampang kemarin (15/3)  sekitar pukul 10.00.

Semua terdakwa  dijemput langsung oleh keluarganya masing-masing. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, suasana rutan jauh  lebih ramai dibanding hari-hari  biasanya. Nyaris halaman rutan  dipenuhi pengunjung. Mereka adalah keluarga dari tujuh terdakwa kasus pesangon DPRD  Sampang periode 1999–2004.

Sementara tujuh terdakwa pesangon masih mengurus administrasi secara bergantian.  Akhirnya, sekitar pukul 10.00 tujuh terdakwa bisa keluar dari rutan. Para terdakwa  langsung merasakan angin  segar. Mereka resmi menjadi tahanan kota setelah pengajuannya dikabulkan majelis  hakim Pengadilan Tipikor Surabaya Senin (14/3).

Ketujuh terdakwa tersebut di antaranya KH Faidol  Mubarok, KH Umar Farouk,  Moh. Bakir, Asadullah, Sudarmadji, Kurdi Said, dan Jumal  M. Dawi. Rata-rata para terdakwa  terlihat semringah saat  keluar dari pintu rutan.

Salah satu terdakwa kasus pesangon,  KH Faidhol Mubarok  ketika ditemui di halaman  rutan mengaku lega dengan keputusan majelis hakim. Sebab,  dirinya bisa berkumpul  kembali dengan keluarganya.  Termasuk juga dengan sejumlah terdakwa lainnya.

”Alhamdulilah pengajuan  kami dikabulkan. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak,” ucapnya. Lebih lanjut Faidhol mengungkapkan,  pihaknya berkomitmen tetap mengikuti proses hukum dengan baik.  Dirinya berjanji akan bersikap kooperatif atas proses hukum yang dijalaninya.

Persidangan yang terus berlanjut akan dijalaninya sesuai dengan kewajiban dan haknya. Pihaknya berharap, proses  persidangan benar-benar memberikan keadilan. ”Kami berharap tidak ada persoalan lagi setelah ini. Yang  jelas, kami akan terus mengikuti persidangan sesuai dengan  aturan,” imbuhnya.

Kepala Rutan Kelas II-B Sampang Lindu Prabowo mengungkapkan, pihaknya  secara resmi sudah mengeluarkan  tujuh terdakwa. Diakuinya, pelepasan tujuh terdakwa merupakan keputusan majelis hakim. Sehingga,  selama menjadi tahanan kota,  bukan wewenangnya untuk  mengawasi semua terdakwa.

”Kami mengikuti keputusan  majelis hakim. Sehingga kami bebaskan mereka dari sini  (rutan),”  ucapnya. Humas Kejari Sampang Joko  Hariyanto ketika dikonfirmasi mengatakan, tujuh tersangka  sudah resmi dibebaskan. Pihaknya meminta semua terdakwa tetap kooperatif. Sehingga, proses persidangan tetap lancar.

”Kami berharap, mereka tetap berkomitmen untuk kooperatif.  Jika tidak, akan kami laporkan  ke hakim biar ketetapannya dicabut,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, para terdakwa kasus  pesangon itu diwajibkan melapor ke kejaksaan sekali dalam seminggu. Termasuk, dilarang untuk bepergian ke luar kota. Sedangkan persidangan ketujuh terdakwa  tetap berlanjut di Pengadilan  Tipikor Surabaya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • eselonisasi kepala rutan sampang