6 Siswa Dilarang Ikut Unas

Lantaran Terlibat Narkoba

KOTA – Ini peringatan penting bagi pelajar agar menjauhi narkoba. Jika tidak, akan bernasib sama dengan enam siswa yang tidak bisa ikut unas tahun ini. Sebab, mereka tersandung kasus narkoba. ”Lima siswa SMP, satu siswa SMA.  Mereka tidak boleh ikut unas karena  nyabu dan sekarang ditangani kepolisian,” ungkap Kabid Kurikulum Dinas  Pendidikan (Disdik) Sampang Arif Budiansor kemarin (13/3).

Arif menjelaskan, selain karena narkoba,  enam siswa tidak bisa ikut unas lantaran tidak memenuhi persyaratan. Misalnya, tingkat kehadiran siswa minimal 80 persen dan berperilaku baik. Enam siswa tersebut gagal mendapat  ijazah dari sekolah masing-masing.

Meski begitu, disdik tetap mengupayakan keenam  siswa memperoleh ijazah. Caranya,  diikutkan ujian paket. ”Paket B untuk SMP dan paket C untuk SMA,” ucapnya kepada  Jawa Pos Radar Madura.  Untuk kepastian ujian paket itu, Arif mengaku sudah menyambangi enam  pelajar yang tersandung kasus tersebut.

Kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan sekolah masing-masing.  Hasilnya, setiap kepala sekolah tetap memberikan fasilitas bagi siswa yang bermasalah itu. Tujuannya, agar mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Peserta unas 2016 berjumlah 23.474  siswa.

Perinciannya, untuk menengah  pertama, SMP 8.988 siswa dan MTs  6.485 siswa. Untuk tingkat menengah atas yakni, SMA 2.668 siswa, MA 3.553 siswa, dan SMK sebanyak 1.780 siswa.  Secara terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri ikut prihatin dengan adanya siswa yang tersandung narkoba.

Akibatnya, mereka gagal ikut unas. Menurut dia, siswa yang terlibat  narkoba harus tetap diperlakukan sama. Sebab, mereka terjerumus ke jurang narkoba karena jadi korban  pergaulan. Untuk itu, pihak sekolah dan dinas pendidikan harus lebih proaktif membina dan mendidik siswa  agar jauh dari narkoba.  ”Ini demi masa depan pelajar dan pendidikan,” ujarnya. (radar)