43 Unit Pompa Air Belum Disalurkan

KOTA – Meski bantuan 45 unit pompa air sudah diterima awal Maret lalu oleh Dinas Pertanian (Disperta) Sampang. Namun hingga  kemarin (10/4), baru dua unit yang tersalurkan kepada  petani. 43 unit tetap disimpan di halaman belakang  disperta.

Belum diserahkannya 43 unit pompa air ke penerima, karena administrasi sebagian poktan belum dilengkapi. Sehingga, puluhan  bantuan pompa air tidak bisa diambil. Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian (Kabid SDP) Disperta Sampang Ahmadi mengaku, sudah memverifikasi poktan penerima.

Namun, administrasi sebagian besar poktan ada yang kurang. ”Poktan sudah kami beri blankonya agar segera mengambil bantuan ini,” katanya. Administrasi yang harus dilengkapi antara lain berita acara dan perjanjian kerja penggunaan pompa air. Salah satu isi perjanjiannya, tidak boleh menjual pompa air.

”Kalau administrasinya beres, baru bisa diambil,” tandasnya. Dijelaskan, bantuan pompa air tersebut dialokasikan untuk tanaman padi di lahan kering. Nah, berhubung sekarang lahan pertanian masih basah, petani belum  butuh pompa air tersebut.

Ahmadi mengatakan, saat pengajuan, disperta mengusulkan bantuan 74 unit untuk 8.000 hektare lahan tanaman padi. Tapi, hanya disetujui 3.675 hektare dengan jumlah bantuan sebanyak 45 unit pompa air. Dari 14 kecamatan, yang mendapat bantuan tersebut hanya poktan di 10 kecamatan.

Kecamatan yang tidak dapat jatah adalah Kecamatan Camplong, Sampang, Sreseh, dan Pangarengan. Anggota Komisi II DPRD Sampang Samsul Arifin meminta disperta segera menyalurkan bantuan tersebut. Selain itu, poktan yang berhak menerima adalah poktan yang berbadan hukum. ”Sebelum penerimanya berbadan hokum, sebaiknya jangan diserahkan dahulu,” ujarnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kepala bidang sumberdaya pertanian