125 Ribu Amplop KIS Belum Disalurkan

KOTA – Ratusan ribu Kartu Indonesia  Sehat (KIS) untuk warga Sampang belum didistribusikan. Sebanyak 125 ribu  amplop berisi KIS untuk masing-masing  keluarga penerima itu masih ditumpuk  di aula Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan  Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang  hingga kemarin (8/1).

Kasi-Rehabilitasi-dan-Pelayanan-Sosial-Samsul-Arifin-merapikan-kardus-berisi-amplop-KIS-di-aula-Dinsosnakertrans,-Jalan-Rajawali,-Kota-Sampang,-kemarin.

Sebanyak 125 ribu amplop itu berisi  556 ribu KIS. Kartu tersebut merupakan   kiriman paket kedua dari Dinsos Provinsi Jatim. Sementara tahap pertama,  yakni 26.591 amplop KIS, sudah  didistribusikan Jumat (11/12/2015).

Penyaluran tahap kedua itu menunggu  kelengkapan kiriman KIS. Ribuan KIS  tersebut nantinya disalurkan kepada  penerima manfaat melalui tenaga kesejahteraan  sosial kecamatan (TKSK) di setiap kecamatan.

”Saat ini belum genap, Mas. Informasinya  dari JNE masih ada satu kiriman  KIS sebanyak satu bok mobil lagi. Mungkin   minggu depan, kalau sudah lengkap  kami salurkan,” kata Kabid Sosial Samsul Hidayat mewakili Kadinsosnakertrans Sampang Malik Amrullah.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima berita acara dari pihak provinsi. Dinsosnakertrans Sampang mengaku sebatas menerima dan mendistribusikan sesuai data dari provinsi. Tidak menutup kemungkinan, penerima KIS sudah terdaftar sebagai anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) maupun Penerima Bantuan Iuran Jaminan  Kesehatan Nasional (PBI JKN).

Sebab, data  yang menjadi dasar pembuatan KIS itu menggunakan data penduduk Sampang  2011. Itu merupakan kewenangan pusat. Samsul akan berkoordinasi dengan BPJS setempat. Tujuannya, memvalidasi  data penerima. Bahkan, dirinya bingung akan manfaat KIS itu.

”Kami juga tidak tahu, apakah kartu KIS  ini sama manfaatnya dengan BPJS. Termasuk,   apakah mereka membayar iuran,”  akunya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara itu, Samsul Arifin, Kasi  rehabilitasi dan pelayanan sosial, menambahkan, penerima KIS di Sampang berjumlah 51 persen dari total jumlah penerima. Perinciannya, tahap pertama   sebanyak 26.591 amplop atau 25 persen   dan tahap kedua 26 persen atau 556 ribu KIS. (radar)