Waspadai Penyelundupan Tembakau Jawa

KOTA – Komisi Urusan Tembakau (KUT) Pamekasan meminta penegak peraturan daerah (perda) bergerak cepat. Satpol PP diminta mencegah tembakau jawa masuk ke Kota Gerbang Salam. Jika itu terjadi, akan merusak harga tembakau lokal.

Harga daun emas saat ini melambung tinggi. Jika awal panen hanya dihargai belasan ribu per kilogram, saat ini mencapai Rp 40 ribu lebih. Sekretaris KUT Pamekasan Heru Budi Prayitno mengungkapkan, tingginya harga tembakau bisa disalahgunakan pedagang nakal.

Mereka bisa berlaku curang dengan memasukkan tembakau jawa ke Madura. Terlebih, saat ini produksi tembakau diperkirakan hanya mencapai 30 persen dari total kebutuhan pabrikan 21 ribu ton.  ”Tentu tingginya harga tembakau ini sangat menguntungkan petani.

Apalagi, awal-awal mereka mengalami gagal tanam. Namun, bisa saja ini dimanfaatkan untuk mendatangkan tembakau jawa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Heru kemarin (17/9). Heru menambahkan, memasukkan tembakau jawa ke Pamekasan  merupakan bentuk pelanggaran Perda 6/2008 tentang Tata Niaga Tembakau.

Dalam perda tersebut disebutkan, masyarakat Pamekasan dilarang memasukkan tembakau luar Madura. ”Makanya, satpol PP harus melakukan operasi di pintu-pintu masuk  menuju Pamekasan,” pintanya. Sejauh ini memang belum ada laporan penyelundupan tembakau. Sebab, cuaca buruk tidak  hanya menimpa Madura. Di Jawa juga banyak petani tembakau yang gagal tanam.

”Secara sporadis, belum ada tembakau jawa masuk ke Madura. Tetapi hal itu harus di antisipasi. Sebab, sudah ada perda yang mengatur,” tambahnya. Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Yusuf Wibiseno mengungkapkan, pihaknya  memang sudah mewaspadai tembakau luar Madura. Dalam waktu dekat akan dilakukan operasi tembakau di berbagai titik.

”Kami akan mengadakan operasi di jalan. Kedua, hunting di titik-titik yang biasanya dilalui tembakau luar  Madura, baik di lintas selatan atau lintas utara,” jelasnya. Dalam operasi tersebut, pihaknya akan melibatkan dishutbun, disperindag, TNI,  Polri, dishubkominfo, dan KUT. Pelibatan instansi lain agar operasi tembakau berjalan maksimal.

”Sebab, untuk membedakan mana tembakau madura dan luar Madura, baik kering atau tembakau basah,  kami kan tidak tahu. Jadi harus ada ahlinya. Nanti itu dari dishutbun,” tukasnya. (radar)