Videotron Rp 1,7 M Belum Sumbang PAD

Dishub Berdalih Tak Ada Perbup

KOTA – Anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan videotron di Jalan Jokotole, Pamekasan, cukup besar, yakni Rp 1,7 miliar. Ironisnya, hingga sekarang proyek yang sempat ditinggal kabur kontraktornya itu belum menyumbang pada pendapatan asli daerah (PAD) Pamekasan.

Pemkab belum bisa mengomersialkan videotron lantaran masih tahap uji coba. Beberapa tayangan video yang ditampilkan baru kegiatan-kegiatan seremonial pemkab. Padahal, niat awal pemkab membangun media tersebut untuk dikomersialkan kepada masyarakat atau pengusaha yang berkepentingan.

Tak pelak, hal ini menimbulkan tanda tanya, khususnya di kalangan wakil rakyat. Anggota DPRD Pamekasan Munaji mengaku prihatin karena proses komersialisasi videotron lamban. ”Kalau hanya uji coba kan cukup sebulan. Masa berbulan-bulan uji coba terus,” tanyanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya mengaku akan memanggil dishubkominfo selaku penanggung jawab reklame digital tersebut. ”Nanti kami tidak hanya akan membahas tentang videotron. Program-program lain di instansi tersebut juga akan kami evaluasi,” terang anggota Komisi I DPRD itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Dishubkominfo Pamekasan Moh. Zakir mengaku belum bisa mengomersialkan videotron karena masih terkendala peraturan bupati (perbup). Sebab, tanpa adanya regulasi yang mengatur, tidak bisa serta-merta dikomersialkan.

”Masih menunggu perbup,” ucapnya. Sebenarnya, lanjut Zakir, penyusunan perbup videotron sudah selesai. Namun, ada beberapa item yang perlu direvisi.  Pihaknya pun optimistis, akhir bulan ini regulasi tersebut rampung. ”Kalau perbupnya sudah ditandatangani oleh bupati, nanti videotron dikomersialkan. Sebab itu memang untuk umum,” tukasnya. (radar)