Tukang Becak Tewas di Sungai

Setelah Hilang Tiga Hari

KOTA – Sesosok mayat ditemukan mengapung di sungai oleh warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, kemarin (29/2). Mayat berjenis kelamin laki-laki itu tersangkut di batang pohon bambu di pinggir sungai.

Aparat-kepolisian-dan-petugas-kamar-mayat-mengidentifikasi-mayat-Moh.-Tirsan-kemarin.

Adalah Samsah, warga sekitar yang kali pertama melihat mayat yang diketahui bernama Moh. Tirsan tersebut. Begitu melihat mayat, warga Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, itu langsung berteriak dan meminta tolong warga lain.

”Warga melapor ke saya. Kemudian saya laporkan ke polsek,” ungkap Kepala Desa Pademawu Barat Yusuf Ikhwani kepada Jawa Pos Radar Madura, kemarin. Yusuf menuturkan, pihaknya tidak mengetahui pasti apa  penyebab tewasnya Moh. Tirsan.

Yang pasti, warga sekitar sudah menemukan korban di sini (di sungai, Red). Menurut keterangan keluarganya, kata Yusuf, pria yang berprofesi sebagai tukang becak itu, sudah tiga hari menghilang dari rumahnya. Sebelum hilang, Tirsan sempat dikurung dalam kamar lantaran mengalami gangguan mental.

”Pria ini sudah dicari kemana-mana oleh keluarganya. Bahkan hingga ke Sampang,” tambahnya. Korban sudah lama tidak menjalankan profesinya sebagai tukang becak. Setiap hari aktivitasnya hanya berdiam diri di rumah. ”Jenazah langsung di bawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Proses identifikasi dari pihak rumah sakit setempat sudah selesai,” jelasnya.

Kapolsek Pademawu AKP Sudarisman mengatakan, pihaknya bakal menyelidiki terkait penyebab kematian Tirsan. ”Apa korban jatuh sendiri atau ada orang yang mencelakainya hingga tewas,” paparnya. Namun, kata Sudarisman, dugaan sementara Tirsan meninggal dunia lantaran terseret arus Sungai Semajid. ”Nanti kami selidiki penyebab yang sebenarnya,” katanya. (radar)