Tiga Terpidana Korupsi Raskin Pademawu Diganjar 1,6 Tahun

PADEMAWU – Tiga terpidana korupsi bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin) Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, divonis. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya mengganjar mereka 1,6 tahun penjara pada Rabu (31/9).

Vonis tersebut jauh lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, jaksa menuntut mantan Kades Pademawu Timur Margelap lima tahun. Namun, dia divonis setahun enam bulan dengan denda  Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara dengan uang pengganti Rp 38 juta.

Terpidana Badri Munir sama. Perbedaannya pada uang pengganti yang hanya Rp 28 juta. Sementara Henki Novalidianta dituntut empat tahun. Majelis hakim memvonis satu tahun enam bulan dengan denda 50 juta subsider tiga bulan penjara. Uang pengganti Rp 11 juta.

Majelis hakim beralasan mereka hanya terbukti melanggar pasal 3 UU  31/1999. Ketiganya hanya melakukan penyalahgunaan wewenang. Dari tuntutan JPU pasal 2 dan 3, mereka  hanya terbukti pada pasal 3.  Rendahnya vonis tersebut tidak membuat Kejari Pamekasan tinggal diam.

Hari ini JPU akan menyatakan banding setelah pikir-pikir usai persidangan. Kasipidsus Kejari Pamekasan Agita Tri Moertjahjanto mengaku kecewa  dengan keputusan majelis hakim. Dengan demikian, JPU Kejari Pamekasan akan melakukan banding terhadap   vonis Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

”Kami kecewa dengan vonis yang jauh lebih rendah,” ujarnya. Menurut dia, keputusan majelis hakim tidak mempertimbangkan fakta persidangan. Bahwa, sejumlah saksi membenarkan jika ada beras yang tidak terdistribusi. Termasuk,  keterangan beberapa saksi yang  kompeten seperti perangkat desa.

Tiga terpidana diduga melakukan penyimpangan distribusi raskin. Mereka mempunyai peran berbeda sesuai jabatan masing-masing.  Raskin tidak sampai ke tangan rumah tangga sasaran penerima manfaat  (RTSPM) pada 2012.

Saat itu pihak bulog mengaku telah  melakukan distribusi. Kerugian negara ditaksir Rp 190.717.500. Raskin  yang diduga disalahgunakan 32.325 kilogram. Setelah kerugian dihitung, beras yang diselewengkan sekitar 32 ton. (radar)