Tiga Tahun Pengerjaan Jembatan di Desa Jalmak Mangkrak

KOTA – Pembangunan jembatan di Dusun Jalmak Barat, Desa Jalmak, Kecamatan Kota Pamekasan mangkrak. Jembatan  yang dibangun pada 2013 lalu itu  dihentikan tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, kini fondasi jembatan yang terbuat dari beton  itu mulai rusak.

Ironisnya, sampai saat ini belum ada kabar akan  dilanjutkan atau tidak. Jembatan itu menghubungkan  ke sejumlah desa. Antara lain, Desa Bukek, Desa Gugul dan  Desa Larangan Slampar. Sayang,  pembangunannya tidak tuntas, sehingga warga tetap menggunakan jembatan yang lama.

Namun karena ukurannya kecil, jembatan itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pembangunan jembatan itu berlangsung sekitar satu bulan. Pelaksana proyek baru menyelesaikan fondasi yang terletak di dua sisi sungai.

Karena sudah lama, fondasi itu mulai retak dan terlihat rapuh. Proyek tersebut sengaja dihentikan karena dikerjakan asal-asalan. Afan Susanto, 30, warga setempat, mengatakan, proyek  tersebut sengaja dihentikan oleh warga. Alasannya, pengerjaan  jembatan asal-asalan. Menurut dia, pemilik tanah tidak mau karena proyek dikerjakan sembarangan.

”Kalau anggarannya saya tidak tahu,” katanya. Kepala Dinas PU Bina Marga Pamekasan Totok Suhartono enggan berkomentar banyak. Termasuk soal anggaran pembangunan  dan alasan jembatan itu dihentikan. Dia hanya meminta agar menanyakan langsung ke kepala desa (Kades) setempat.

”Silakan ke  kepala desa dulu,” ujarnya. Namun, Totok memastikan, pembangunan jembatan itu bisa dilanjutkan oleh pemerintah desa. Anggarannya bisa menggunakan dana desa (DD).  Jika tidak, pemerintah desa bisa meminta bantuan kepada pemerintah daerah.

Sementara Kepala Desa Jalmak  Akh. Kusriyadi yang mengaku sebagai pelaksana proyek mengatakan, proyek itu menggunakan  anggaran Rp 198 juta. Anggaran  itu berasal dari APBD kabupaten. Namun karena ada sejumlah warga yang mengacau, pembangunan jembatan dihentikan.

Kusriyadi menegaskan, pembangunan jembatan sudah sesuai dengan rencana anggaran  biaya (RAB). Namun, dia memaklumi jika fondasi jembatan itu mulai retak. Sebab, fondasi itu dikerjakan pada 2013 lalu. Sesuai petunjuk teknis, pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

”Langsung tanya ke Pak Totok saja,” ujarnya. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso  mengaku tidak tahu. ”Kami akan  koordinasi dulu dengan PU Bina Marga. Namun untuk pelelangan  di 2015, proyek tersebut tidak ada,” ucapnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kepala desa jalmak