Tiga Ribu Siswa Putus Sekolah

Mengacu DNS Unas 2016

KOTA – Pamekasan boleh menegaskan diri sebagai Kabupaten Pendidikan. Tapi, rupanya status tersebut masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR). Salah satunya, hingga kini, ribuan anak usia sekolah tidak melanjutkan studi.

Tiga-Ribu-Siswa-Putus-Sekolah

Untuk lulusan SMP dan sederajat saja, lebih dari tiga ribu siswa tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Hal itu mengacu pada daftar nominasi sementara (DNS) ujian nasional (unas) tahun pelajaran  2015–2016 yang baru diterima Jumat  (15/1) oleh Disdik Pamekasan.

Di data tersebut disebutkan, peserta  unas tingkat SMP dan sederajat lebih  dari 15 ribu siswa. Sementara itu, peserta unas tingkat SMA dan sederajat   berjumlah 12 ribu lebih. ”Kalau mengacu pada DNS, maka ada sekitar 3 ribu siswa SLTP yang  tidak melanjutkan ke SMA. Namun,  angka partisipasi kasar (APK)  sudah sebanyak 80 persen,” ungkap  Plt Kepala Disdik Pamekasan  Moch. Tarsun.

Namun, menurut dia, APK di Pamekasan melampaui angka rata-rata APK Jatim. Sebab, adanya SMA/ MA/SMK swasta yang menyebar di  seluruh Pamekasan ikut membantu tingginya tingkat partisipasi siswa. Bahkan, jika dibandingkan dengan  tahun sebelumnya, jumlah angka putus sekolah mengalami penurunan signifikan.

”Dengan demikian, dengan kurun waktu satu tahun, ada penyusutan  sekitar seribu siswa. Saya menilai, kesadaran orang tua sudah meningkat,”paparnya.  Tarsun mengaku, butuh waktu  yang tidak singkat untuk meningkatkan APK di Pamekasan. Tapi,  dia berjanji akan terus berupaya agar angka putus sekolah semakin  berkurang. Saat ini disdik menjalankan  rintisan wajib belajar 12  tahun. (radar)