Tenaga Kerja Wanita Terjebak di Suriah

Berangkat Ilegal, Dinsosnakertrans Kewalahan

KOTA– Darwati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kelurahan Parteker, Kecamatan Kota Pamekasan, terjebak di negera konflik Suriah. Perempuan  berusia 35 tahun itu belum bisa pulang dari negeri sumber minyak. Pasalnya, Darwati tidak memiliki dokumen  lengkap sebagai TKW legal.

Tenaga-Kerja-Wanita-Terjebak-di-Suriah

Kabid Pentalatas Dinsosnakertrans  Pamekasan Supardi menutrkan, Darwati  bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Suriah. Sudah dua tahun  dia berada di negara yang identik dengan gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu. Atas maraknya konflik horizontal yang mencekam, Darwati berkeinginan untuk pulang.

”Beberapa hari yang lalu, kakak  Darwati datang ke kami. Dia menjelaskan jika adiknya tidak bisa pulang dan terjebak di Suriah,” ujar Supardi kemarin (9/12).  Darwati berangkat ke Suriah secara ilegal. Oleh karena itulah dinsosnakertrans kewalahan.

Meski  demikian, Supardi tetap membantu memulangkan Darwati. Sejauh ini Dinsosnakertrans Pamekasan sudah  berkoordinasi dengan Disnakertransduk  Jawa Timur.  ”Ilegal atau tidak, tetap kami bertanggung jawab atas TKW asal Pamekasan yang saat ini di Suriah. Namun,  kendalanya saat ini dia tidak membawa dokumen resmi,” katanya.

Supardi mengaku sudah mengirim surat ke Kedutaan Besar RI di Damaskus. Bahkan pihaknya juga pernah berkomunikasi melalui telepon seluler dengan Kedutaan  Besar RI untuk Suriah. Namun hingga saat ini belum ada respons  terkait pemulangan Darwati.

”Kami menunggu informasi lanjutan dari kedutaan. Selama belum ada  kabar, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Namun yang jelas kami tetap berupaya dengan maksimal agar Darwati bisa kembali ke Pamekasan,”  paparnya penuh harap.

Atas kejadian ini pihaknya meminta  warga Pamekasan yang ingin menjadi TKI/TKW, hendaknya melalui jalur resmi atau legal. Sebab, dokumen resmi sangat penting manakala di kemudian hari mereka mengalami masalah di Negeri orang.

Pemerintah Indonesia juga  bisa segera menanganinya. ”Agar peristiwa  seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (radar)