Temukan 10 Ponsel dan 14 Sajam

Dalam Razia Lapas

KOTA – Pengawasan terhadap narapidana (napi) yang mondok di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pamekasan, benar-benar longgar. Tidak heran, jika  napi bebas membawa dan mengendalikan peredaran  narkoba dari lapas.

Petugas-saat-menunjukkan-bendabenda-terlarang-yang-dibawa-masuk-ke-lapas-kemarin.

Bahkan, napi bisa membawa benda-benda terlarang lain, seperti senjata tajam (sajam). Hal itu seperti yang terjadi  saat penggeledahan pada Minggu malam (22/11). Petugas berhasil menemukan 10 ponsel (telepon seluler) dan 14 sajam serta benda terlarang lainnya.

”Selain handphone (HP) dan sajam, petugas juga  menyita 2 rice cooker, 6 kipas angin, 6 kartu domino, dan 1 pengeras suara dari kamar napi. Seluruh benda itu dilarang  berada di dalam lapas,” terang Kepala Lapas Kelas II  A Pamekasan, Kusmanto Eko Putro kemarin (23/11).

Kepada wartawan, Eko menjelaskan, penggeledahan bertujuan untuk mengetahui napi yang menyalahgunakan narkoba di lapas. Namun,  pihak lapas tidak menemukan  narkobam melainkan benda-benda yang dilarang keras dibawa ke lapas.

Dengan ditemukan sejumlah benda terlarang seperti sajam, Eko berjanji akan memperbaiki dan memperketat pengawasan lapas. Sebab, benda-benda terlarang  itu bisa masuk lewat petugas  di pintu masuk.  ”Sebab, setiap ada pembesuk  yang ingin masuk lapas, benda-benda yang dibawa  dicek terlebih dahulu,” tandasnya.

Jika kenyataannya, kata Eko, masih ada benda-benda masuk dalam lapas, jelas ada hal yang harus dievaluasi  dan diperbaiki. Hal itu agar  pengawasan dan penjagaan terhadap pembesuk maksimal.  ”Jika ada petugas kami yang  ketahuan main mata dengan pembesuk, pasti kami  sanksi bahkan kami pecat,” Tegasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut  tidak terulang, Eko berjanji  akan memasang CCTV di semua sudut lapas. Dengan  begitu, seluruh aktivitas napi  dan petugas lapas dapat selalu terpantau. (radar)