Stok Tembakau Minim, Gudang Garam Segera Tutup

KOTA – Pabrikan Gudang Garam di Pamekasan telah menyerap tembakau sekitar sebulan lebih. Sayangnya, Gudang Garam berencana akan  menghentikan penyerapan   tembakau dalam pekan ini. Alasannya, tembakau yang bisa diserap masih minim.

Hingga kemarin (3/10), tembakau yang berhasil diserap  hanya 48 ton dari target 440 ton dalam musim ini. Kualitas tembakau Madura tahun ini  tidak sesuai dengan harapan.  Termasuk, jumlahnya sangat  minim. Pihak pabrikan pun   memutuskan untuk menutup  pembelian tembakau.

”Tidak memungkinkan tetap melakukan pembelian. Tembakau sudah tidak ada,” terang karyawan PT Gudang Garam Agus Samudro kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Dijelaskan, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Rata-­rata penyerapan tem­bakau berkisar 300 bal per hari.  Sementara tahun lalu  mencapai 800 bal per hari.

Sehingga, rencana penyerapan tidak sesuai dengan target yang direncanakan. Agus menerangkan, kualitas tembakau yang dibeli ada yang  bagus. Bahkan ada yang seharga Rp 40 ribu per kilogram.  Namun, barangnya tidak banyak. Pedagang yang mengirim tembakau rajangan ke gudang itu juga minim.

Untuk memenuhi kebutuhan kuota, pihaknya juga mendatangkan bandol dari kabupaten lain. Terutama dari Sumenep.  Sementara dari Sampang yang menjadi harapan adanya tembakau bagus juga gagal. Hingga kemarin nyaris tidak ada kiri­man tembakau dari Sampang.

”Sebelum hujan, kami opti­mistis serapan kami terpenuhi.  Namun, sekarang belum tentu. Mengingat kondisi cuaca sebelumnya tidak bersahabat,” ucapnya.  Pihaknya menegaskan, jika tidak ada perubahan, pekan ini gudang akan ditutup. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kebijakan baru dari Gudang Garam. Sehingga, bisa  saja penyerapan diperpanjang.

Pihak Gudang Garam mulai membeli tembakau sejak akhir Agustus lalu. Hingga kemarin, Gudang Ga­ram mematok harga tembakau paling murah Rp 28 ribu per kilogram. Sementara harga tertinggi seharga Rp 40 ribu  per kilogram. Rincian harga  tembakau Gudang Garam, grade 30 seharga Rp 28 ribu  per kilogram. Selain itu grade   3+ Rp 31 ribu per kilogram, grade 4­ seharga Rp 34 ribu per kilogram.

Sementara grade  4 dan grade 4+ masing­-masing   Rp 37 ribu per kilogram dan Rp 40 ribu per kilogram.  Sementara Kepala Bidang  Perlindungan Konsumen Disperindag Pamekasan Hendradi  mengatakan, akan terus men­dorong penyerapan tembakau   terhadap pabrikan.

Pihaknya juga berharap petani memper­baiki kualitas tembakau. ”Kami selalu berkoordi­nasi soal penyerapan. Sebisa mungkin persentase penyerapan tembakau tinggi,” ucapnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • gudang garam pamekasan
  • petugas tv kabel tlanakan
  • so pemkab pamekasan