Ringkus Spesialis Curanmor

Barang Bukti Masih Dibawa Kabur

KOTA – Pemburuan terhadap spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) berinisial IM yang menjadi incaran aparat kepolisian berakhir  pukul 12.00 kemarin (7/3). Itu setelah pria bertato tersebut bersama seorang  temannya diketahui mencuri sepeda  motor milik Santoso, staf TU SDN Jalmak 1, Kecamatan Kota Pamekasan,  sekitar pukul 08.30.

Anggota-Polsek-Kota-Pamekasan-menggelandang-pelaku-curanmor-berinisial-IM-kemarin.

Kronologinya, pukul 07.00 Santoso memarkir motor bernopol M 5235 AB di halaman kantor TU. Pada 08.00–09.00, dia mengikuti rapat di  ruang kepala sekolah. Kemudian, dia balik lagi ke ruang TU tanpa merasa bahwa sepedanya telah raib.

”Selang lima menit, ada salah seorang guru yang menyuruh memindahkan kendaraan. Saat itulah, saya mengetahui motor saya hilang. Saya langsung lapor dan kebetulan ayah saya bertugas di Polsek Kota,” ungkapnya. Mendapat laporan, aparat kepolisian  melakukan olah tempat  kejadian perkara (TKP).

Sambil lalu polisi mencari keterangan dari beberapa saksi. Kebetulan ada dua siswa yang mengaku mengetahui  peristiwa pencurian itu. ”Dua siswa itu sebagai pintu awal untuk  mengetahui identitas pelaku curanmor,” ungkap Kapolsek Kota Pamekasan AKP Khoirul Anwar.

Dari keterangan dua siswa tersebut, diketahui pelaku berjumlah dua orang. Mereka mengendarai Honda Beat merah, lalu berhenti di depan sekolah. Satu orang tetap di kendaraanya. Satu orang lagi menuju sepeda motor Santoso. Saat mengambil motor Santoso, pelaku sempat berkomunikasi dengan dua siswa tersebut.

”Namun, berhubung dua siswa itu masih di bawah umur, dia  hanya melihat ciri-ciri pelaku,  yakni rambut panjang dan dagunya bertato,” terangnya. Kepada dua siswa itu, polisi kemudian menunjukkan foto-foto daftar pencarian orang (DPO)  para spesialis curanmor.

Dari beberapa foto yang ditunjukkan, dua siswa itu mengarah pada satu foto yang ciri-cirinya sama persis dengan yang disebutkan. ”Ya, anggota langsung melakukan  penangkapan,” jelasnya. Namun, pihak polsek belum bisa menyebutkan lokasi penangkapan,  termasuk asal domisili pelaku.

”Sebab, yang kami tangkap baru  satu orang. Sementara, berdasar  keterangan saksi, pelakunya dua orang,” katanya. hairul hanya memastikan bahwa IM adalah warga Pamekasan. Saat ditangkap, pelaku sendirian. Sementara, temannya masih dalam pengembangan dan pengejaran polisi.

”Sepeda motor milik Santoso berada di tangan pelaku yang lain. Makanya,  kami masih rahasiakan TKP-nya dan pelaku satunya,” ujarnya. Untuk menanggung perbuatannya,  IM dijerat pasal 363  KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Yakni, maksimal hukuman tujuh tahun penjara.

”Ya, kemungkinan bisa ada  pelaku lain, di samping teman IM. Pokoknya kami fokus dulu  kepada pelaku curanmor milik Santoso,” tukasnya. (radar)