Ratusan Ton Rastra 2015 Hangus

Akibat Tidak Ditebus oleh Kades

KOTA – Rupanya tidak semua kepala desa (Kades) menebus  beras untuk masyarakat sejahtera (rastra). Buktinya,  ratusan ton rastra untuk pagu 2015 ngendap di gudang Bulog  Pamekasan. Padahal beras tersebut sangat dinanti-nanti oleh masyarakat miskin.

Para-pekerja-menata-rastra-di-gudang--Bulog-di-Jalan--Raya--Tlanakan--kemarin.

Kepala Bulog Sub Divre XII Madura Slamet Kurniawan mengungkapkan, ratusan rastra yang belum ditebus oleh masing-masing desa secara otomatis langsung hangus. Se-Madura, kata Kurniawan, Pamekasan nomor dua tingkat  penebusan paling rendah setelah Sumenep.

”Batas akhirnya kan per 31 Desember 2015. Jadi, setelah dicek, ternyata masih ada sisa 300 ton yang belum ditebus dari  pagu rastra sebanak 19.506  ton,” ungkap Kurniawan. Dijelaskan, penebusan rastra  yang bisa dikatakan tertib  hanya di Kabupaten Bangkalan.

Sementara kabupaten yang lain, pasti setiap tahun  ada sisa yang belum ditebus.  ”Soal ditebus dan tidaknya itu bergantung pada Kades.  Semestinya pemdes memikirkan  itu. Sebab, rastra ini pada  umumnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang kurang  mampu,” paparnya.

Lantas, rastra sebanyak  300 ton itu dikemanakan? Kurniawan mengatakan, kalau  berasnya tetap digudang Bulog. Hanya, pihaknya melaporkan ke pemkab, jika tahun 2015 ada  300 ton yang belum ditebus. ”Intinya, kami memberikan  laporan ke pemkab bahwa rastra 300 ton itu hangus tak  tertebus,” jelasnya.

Pihaknya berharap, pada 2016, seluruh pagu rastra dapat ditebus. Artinya, tidak ada yang tersisa dan penebusannya harus tepat waktu. ”Kami tidak ingin penebusan itu rame-rame kalau sudah akhir tahun. Pokoknya, sebisa mungkin  setiap bulan harus ditebus,”  tandasnya. (radar)