Proyek Jalan Rusak Pipa PDAM

Dua Pekan, 66 Pelanggan Tidak Terlayani

GALIS – Proyek pelebaran jalan milik Dinas PU Bina Marga Pamekasan kembali merusak fasilitas umum. Alat berat proyek itu merusak pipa saluran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sebelumnya, terjadi di Kecamatan Kota dan Pademawu. Kini  terjadi di Kecamatan Galis.

Lebih satu kilometer pipa PDAM di Desa Konang, Kecamatan Galis, hancur setelah terkena alat berat. Kepala PDAM Unit Galis Rusfandi mengungkapkan, sekitar dua pekan pipa tersebut rusak. Akibatnya, layanan terhadap pelanggan  lumpuh. Padahal, pelanggan tersebut tergolong baru di PDAM.

”Jadi ini pelanggan baru, hidup sudah satu bulan. Setelah itu ada pelebaran  jalan, kena bego (ekskavator). Layanan  kepada masyarakat pun macet,” ujar  Rusfandi kemarin (26/9).

Sekitar 66 pelanggan PDAM tidak terlayani dalam dua pekan. Mereka juga tidak mendapat suplai air melalui mobil tangki. Pelanggan terpaksa penggunakan air dari sumber-sumber terdekat. ”Tidak ada pengiriman air menggunakan mobil tangki. Masalahnya,  dalam satu bulan belum ada yang bayar. Mau tarik bayaran, tahu-tahu sudah kena bego,” jelasnya Direktur Utama PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar menambahkan.

Akibat kerusakan pipa tersebut,perusahaannya mengalami kerugian sekitar Rp 130 juta. PDAM  harus membeli pipa baru agar layanan kembali normal. ”Makanya, kami  butuh koordinasi dengan dinas PU   bina marga selaku pemilik proyek pelebaran jalan tersebut,” tegasnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Totok  Hartono mempersilakan PDAM memasang pipa kembali. Dengan catatan, pemasangan tersebut berjarak sekitar 4,5 meter dari pinggir jalan. Tujuannya, agar pipa yang terpasang tidak kembali terkena alat berat.

Dia juga memaparkan tidak ada ganti rugi ke PDAM. Sebab, proyek  tersebut juga sama-sama untuk  kepentingan masyarakat umum. ”Mungkin di satu sisi merusak, dari di sisi lain kan untuk kepentingan pengguna jalan,” paparnya.

”Saya kira tidak ada biaya kerugian. Nanti itu ditanggung perusahaan (PDAM). Dalam hal layanan   kalau ada gangguan kan harus diperbaiki,” tukasnya. Bupati Pamekasan Achmad Syafii berharap kedua instansi tersebut segera berkoordinasi agar pemasangan pipa PDAM berjalan cepat.

”Pelayanan PDAM itu harus segera dinormalkan, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi,”  tandasnya. (radar)