Protes Pengangkatan Plt Kades Billaan

KOTA – Puluhan warga Desa Billaan, Kecamatan Proppo, wadul ke Komisi I DPRD Pamekasan kemarin (14/4). Mereka mengeluh karena pengisian pelaksana tugas (Plt) kepala desa (Kades) setempat tidak sesuai usulan warga. Padahal sebelumnya, melalui musyawarah desa, warga mengusulkan satu nama untuk diangkat menjadi Plt Kades melalui camat Proppo.

Koordinator warga Lukman Hakim memaparkan, ada dua alasan prinsip mengapa penolakan itu dilakukan.
Pertama, Plt Kades berinisial S yang ditunjuk bupati pernah cacat hukum. Yang bersangkutan pernah dipenjara gara-gara kasus bantuan beras untuk masyarakat miskin (raskin).

Kedua, yang ditunjuk bukan warga Desa Billaan. Padahal pihaknya sudah mengajukan ke bupati melalui camat, warga Billaan yang berstatus PNS untuk dijadikan Plt Kades. Tetapi, justru yang mendapatkan surat keputusan (SK) bupati adalah warga desa lain yang sebelumnya menjadi staf di Kecamatan Proppo.

”Warga protes karena tidak mau dipimpin orang yang cacat hukum dan bukan warga setempat,” ujar Lukman. Menanggapi itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail menyayangkan penunjukan Plt Kades Billaan. Apalagi, berdasarkan keterangan warga, sudah ada musyawarah siapa yang akan diajukan ke bupati.

”Tapi,  kenapa di detik-detik terakhir, SK ini turun ke orang yang ditolak masyarakat,” paparnya. Untuk itu, hari ini pihaknya akan memanggil bapemas pemdes dan camat Proppo untuk klarifikasi. Sebab, Komisi I tidak menginginkan keputusan bupati membuat tatanan pemerintahan desa tidak kondusif.

”Kacau pemerintahan desa kalau masyarakat tidak menerima pemimpinnya. Apalagi sudah pernah mengalami cacat hukum,” jelasnya. Terpisah, Camat Proppo Hambali mengklaim semua calon Plt Kades yang diajukan ke bupati merupakan usulan warga.

Dijelaskan, awalnya warga menunjuk empat orang dari unsur staf kecamatan untuk dijadikan Plt Kades. Namun di tengah jalan, dua orang mengundurkan diri. ”Setelah tinggal dua orang dan sudah diajukan ke bupati, ternyata warga menolak. Padahal nama ini usulan mereka sendiri,” katanya.

Karena ada penolakan dari warga, Bupati Pamekasan  Achmad Syafii membuat disposisi agar ditinjau kembali pengisian Kades Billaan yang jabatannya berakhir per 13 April 2016. Kades setempat kemudian mengajukan Muhammad Suja’i, penjaga SDN I Proppo, untuk dijadikan Plt Kades. Diajukanlah nama tersebut ke bupati, sehingga ada tiga nama yang masuk. 

”Setelah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil, bupati menunjuk staf kecamatan sebagai Plt Kades Billaan,” tegasnya. ”Saya kira SK ini sudah final dan tidak salah dari segi hukum,” tukas  Hambali. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • billaan proopo