Polisi Gulung Pemakai Sabu

Dewan Desak Tes Urine Pejabat

KOTA – Petugas Satresnarkoba Polres Pamekasan pengungkap penyalahgunaan narkoba. Sahrul Aminoto, warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota,  ditangkap petugas karena memiliki sabu-sabu (SS). Dia juga diketahui sebagai pemakai.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, Sahrul Aminoto memang  menjadi target operasi (TO). Berdasar laporan masyarakat, pria 34 tahun itu ditengarai sering mengonsumsi barang haram itu. ”Untuk memastikan laporan itu, petugas menangkap Sahrul Aminoto di rumahnya,” terangnya kemarin (3/4).

Saat penangkapan, di rumah tersangka ditemukan barang bukti berupa satu poket plastik  yang berisi 0,39 gram sisa SS.  Selain itu, Sahrul Aminoto tampak baru mengonsumsi barang  haram itu. ”Kebetulan dia sendirian di rumahnya,” ucapnya.

Mantan Kapolsek Pegantenan itu menjelaskan, jauh-jauh hari  petugas mengintai rumah Sahrul Aminoto. Itu dilakukan, guna pada saat penangkapan tidak salah target. Setelah ditangkap, petugas membawa tersangka dan barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Korps baju cokelat tersebut akan mengembangkan penyuplai barang  terlarang itu. Termasuk kemungkinan adanya pemakai lain. ”Akan kami cari tahu barang itu  dibeli dari siapa. Yang jelas pasti   ada pengedar. Petunjuk awal sudah  ada,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi  I DPRD Pamekasan Ismail mendesak   eksekutif segera melakukan tes urine terbuka kepada seluruh aparat pemerintahan. Termasuk penegak hukum. Menurut dia, melakukan tes urine ke lembaga di luar pemerintahan, lebih baik dilakukan terlebih dahulu di internal institusi kepemerintahan.

”Untuk memerangi narkoba, dimulai dari pejabat pemerintah dulu. Termasuk pada anggota dewan,” katanya. Setelah itu, kata dia, baru melangkah ke lembaga lain. Misalnya, pesantren atau lembaga nonformal. Menurut dia, kalau hanya dilakukan terhadap lembaga di luar pemerintahan terkesan diskriminasi.

”Kalau semua pejabat publik  bersih dari barang haram, tidak masalah dilakukan di lembaga  lain,” ujarnya. Kendati begitu, tes urine terbuka  merupakan jawaban dan pembuktian bahwa aparat pemerintahan  tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Karena  itu, dia meminta bupati segera mengagendakan.

Bupati Pamekasan Achmad  Syafii menyatakan, mengenai tes urine terbuka merupakan masukan positif. Pihaknya mempercayakan penuh pada tim kecil antinarkoba yang saat ini dalam proses pembentukan. ”Biarkan tim kecil antinarkoba   menyusun strateginya,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • jual beli proyek haram menurut ketua dprd pamekasan