Penerima BSM Hanya Diberi Bakso

Wali Murid Sebut tanpa Kesepakatan

KOTA – Dugaan penyelewengan bantuan siswa miskin (BSM) mencuat. Kali ini SMA Sabilul Ihsan, Desa Teja Timur, Kecamatan Kota,  yang jadi sorotan. Bantuan itu diduga diminta pihak sekolah, sementara penerima hanya diberi bakso.

Seorang wali murid yang namanya enggan dikorankan itu mengungkapkan, pada Selasa lalu (22/3) anaknya mengambil BSM di salah satu bank di Kecamatan Kota. Keluar dari bank, dia bersama puluhan teman lainnya dikumpulkan di warung makan.

Semua siswa dibelikan bakso oleh pihak sekolah. Di tempat itu uang BSM ditarik oleh pihak sekolah. Informasinya, uang tersebut akan digunakan untuk biaya pembangunan. ”Sementara untuk siswa kelas XII akan digunakan untuk biaya penebusan ijazah. Dengan begitu, nanti tidak usah bayar lagi,” ungkapnya kemarin (23/3).

Penarikan uang itu membuat dirinya kesal. Itu karena tanpa kesepakatan antara wali murid dengan sekolah. Seandainya ada musyawarah terlebih dahulu, pihaknya masihmemaklumi. ”Kami tidak pernah diundang ke sekolah untuk membahas  BSM,” terangnya.

Koran ini mendatangi SMA Sabilul Ihsan di Jalan Jalmak Nomor 105, Teja Timur. Sayang, Kepala sekolah sedang ada tugas di luar kota. Koran ini hanya ditemui Armadin,  petugas tata usaha (TU). Dari pria berkopiah itu diketahui, penerima BSM kelas X–XII sebanyak 42 siswa.  Namun, hingga kini tidak semua siswa mengambil ke bank.

”Ada yang sakit, sehingga belum diambil,” jelasnya. Ditanya dugaan pemotongan BSM oleh sekolah, dia enggan menanggapi. Dia menyarankan konfirmasi langsung ke Durriyatul Millah selaku kepala sekolah. Ketika dihubungi, Durriyatul Millah membantah tudingan  wali murid itu.

Bahkan, dia menyatakan tudingan tersebut hanya fitnah. Meski demikian, dia mengakui uang BSM digunakan untuk keperluan sekolah. Seperti, beli seragam, bimbingan belajar (bimbel), dan biaya ujian nasional   (unas). ”Sudah langsung dari  situ (BSM, Red),” jelasnya.

Plt Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun belum mendapat laporan kasus tersebut. Dia berjanji akan memanggil kepala sekolah jika ada laporan dari orang tua murid. Orang  yang bertanggung jawab di sekolah itu akan dimintai klarifikasi.

Dia menyatakan, memang ada sekolah tertentu yang memotong  BSM untuk kepentingan pembelajaran. Baik untuk beli buku, SPP, alat tulis, seragam, dan lainnya. ”Tapi biasanya itu sudah berdasarkan kesepakatan wali murid,” ucapnya. (radar)