Pemasangan Keran dan Kilometer Air Aneh

Warga Curiga Proyek Siluman

TLANAKAN – Warga menilai ada yang aneh dengan pemasangan meteran air di Dusun Sumber Anyar, Desa Larangan  Tokol, Kecamatan Tlanakan.  Meteran yang dipasang sejak pertengahan 2015 itu ditengarai
proyek siluman. Sebab,  hingga kemarin (21/4) tidak  ada pemasangan pipa air.

Menurut keterangan Ghozi Mujtaba, 45, warga desa setempat, pertengahan tahun lalu ada survei bantuan air bersih. Beberapa petugas mendatangi rumah dia. Petugas tersebut langsung memasang keran dan kilometer air tepat di depan rumah Ghozi.

”Saya tidak tahu petugas itu dari mana. Yang menemui istri saya. Petugas itu hanya menyampaikan ada bantuan air bersih,” kata Ghozi.  Yang membuat dia heran, sampai saat ini pemasangan keran air hanya ditancap ke tanah dan ada pipa penghubung.

”Mengapa tidak dilanjutkan. Ini membingungkan warga,” ujarnya. Setelah pemasangan keran dan kilometer air selesai, salah seorang petugas meminta tanda tangan lalu difoto. ”Istri saya dimintai tanda tangan, setelah itu difoto. Saya khawatir program ini direkayasa. Jadi saya tegaskan, tidak ada bantuan air bersih untuk warga di sini,”ungkap Ghozi.

Pemasangan keran dan kilometer air tidak hanya terjadi di Desa Larangan Tokol. Di beberapa desa yang lain juga ada hal serupa.  Misalnya di Desa Ambat, Branta Tinggi, dan Tlanakan. Sementara itu, Direktur PDAM   Pamekasan Agoes Bachtiar  berjanji akan mengecek pemasangan keran dan meteran   air tersebut.

Dia mengaku tidak  mengetahui secara pasti proyek pemasangan meteran air itu. ”Nanti kami cek, kalau ternyata memang program PDAM, ya kami tindak lanjuti. Selama ini program kami jalan  terus,” ujarnya. Bupati Pamekasan Achmad Syafii yang berada di Desa Larangan Tokol menyatakan akan menelusuri lebih lanjut pemasangan keran dan meteran air.

”Memang pada 2015, Pamekasan dapat bantuan. Tetapi,  untuk lebih jelasnya akan kami kroscek,” ucapnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita pdam pamekasan madura
  • keran kilometer air