Pasar Pakong Bisa Difungsikan 2017

PAKONG – Pasca kebakaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dsiperindag) Pamekasan membangun Pasar  Pakong. Tahap pertama pembangunan  dilakukan 2015 dengan anggaran Rp 6 miliar. Anggaran itu untuk 11 blok kios yang mampu menampung 110 pedagang dan 4 blok los dengan 168 pedagang.

Pembangunan tahap kedua di 2016, pemkab kembali mendapat  bantuan dari Kementerian perdagangan Rp 9,6 miliar. Peruntukannya   untuk membangun  1 blok kios dengan dua lantai. Itu bisa menampung 104
pedagang, 3 blok kios dengan 33  pedagang, 1 bangunan untuk  tera ulang dan 1 blok kios, serta 1 lantai untuk 30 pedagang Dari rencana pembangunan yang disusun, tinggal 1 blok kios dengan dua lantai. Itu akan dilaksanakan 2017.

”Insya Allah tahun depan pasar ini sudah bisa difungsikan,” ujar kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto  kemarin (7/4).   Sementara itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengungkapkan, Pasar Pakong direncanakan menjadi pasar  percontohan. Bukan kerena  bangunannya baru. Melainkan, pengelolaan pasar mengacu pada standar nasional Indonesia (SNI) pasar tradisional.

”Semoga bisa mendongkrak perekonomian rakyat,” harapnya. Pasar Pakong masuk tipe A karena lebih dari 700 pedagang. Dengan demikian, fasilitasnya  sesuai dengan standar tipe A dalam SNI pasar tradisional. Pasar tersebut dilengkapi CCTV, tera ulang, pos ukur ulang, pos keamanan, pos kesehatan, ruang menyusui,
dan ruang pertemuan. Selain itu, ada musala, toilet, areal merokok, areal tanaman trembesi, dan kelengkapan pasar lainnya. (radar)