Headline News:

Pajak Burung Walet Tak Maksimal

PASEAN-Pajak burung walet sebagai salah satu sumber pajak penghasilan (PPh) daerah, belum maksimal. Pemkab Pamekasan belum menarik sepeser pun PPh dari burung walet yang ada di Kabupaten Pamekasan itu. Apalagi, sejumlah usaha walet yang ada di daerah pantai utara (pantura), sebut saja di Kecamatan Pasean dan Batumarmar misalnya. Sejumlah pengusaha burung walet belum ada yang disadarkan untuk membayar pajak.


Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pamekasan Taufi qurrahman melalui Kepala Bidang Pendapatan Sudiono, membenarkan hal tersebut. Bahkan, sampai sekarang pihaknya belum menarik pajak dari sumber itu. Diakui olehnya jika dari sisi hukum sudah terdapat UU serta perda yang mengatur tentang ketentuan pungutan pajak dari jenis itu. 10 % dari nilai jual sarang burung walet merupakan besaran pajak yang telah ditentukan. ”kalau perdanya telah ada, yaitu Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang pajak burung walet,” katanya.

Pantura sebagai daerah pantai, selama ini menurutnya merupakan salah satu daerah yang menjadi tempat burung-burung walet membuat sarang. Dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, sudah ada beberapa sarang burung walet yang tersebar di beberapa titik di wilayah itu. ”Di Batu Kerbuy, Dempoh, Sotaber, dan juga di Batumarmar terdapat sarang burung walet,” jelasnya. Tidak maksimalnya penarikan dari sektor itu, menurutnya terkendala beberapa hal. Seperti sarang burung yang tidak produktif serta keengganan pemilik untuk memberikan pajak.

Ada juga yang beralasan pemiliknya ada di luar serta panen musiman yang sulit untuk dilacak,” jelasnya. Ke depan pihaknya pesimistis dapat menarik pajak dari sektor itu. Pasalnya, di daerah pantura sudah banyak sarang burung yang tidak produktif lagi. Selain itu, menurutnya harga tiap satu kilogram sarang burung walet sudah tidak semahal dulu. ”Memang untuk harga sarang burung walet rumahan sekitar Rp 7 juta. Kalau yang ada di gua-gua berkisar Rp 3-5 juta. Tapi kan untuk mendapatkan satu kilogramnya butuh waktu yang lama,” ungkapnya menjelaskan. (radar)

Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan, Berita Sumenep

↑ Grab this Headline Animator

kata Kunci Terkait:

  • harga sarang walet terbaru september 2014
  • pajak penghasilan dari walet

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Submit Comment

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com