Pabrik Garam Buram, Dewan Curiga Dana Dibungakan

KOTA – Pembangunan pabrik milik PT Garam di Kecamatan Camplong, Sampang, menjadi kekhawatiran petani di Pamekasan. Sebab, pembangunan gudang garam terbesar di Madura itu belum jelas. Hal itu dikhawatirkan penyerapan  garam tidak maksimal.

Sebab, setiap tahun penyerapan garam dihentikan dengan alasan gudang penuh. Namun setelah dana penyertaan modal  negara (PMN) digelontorkan,  PT Garam tidak segera merealisasikan. Padahal anggaran tidak sedikit, yakni mencapai  Rp 64 miliar. Sayang, memasuki bulan September belum jelas pembangunannya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Samsuri mendesak PT  Garam memperjelas pembangunan pabrik dan gudang. Jika  tidak, akan berdampak pada penyerapan garam di Pamekasan. ”Seharusnya tahun ini pembangunannya sudah jelas. Jadi, tidak ada alasan gudang penuh,”  ucapnya kemarin (19/9).

Dia menegaskan, PT Garam sering tidak menyerap garam rakyat. Alasannya, gudang sudah penuh. Padahal, seharusnya jika dana sudah turun, langsung direalisasikan. ”Gudang PT Garam terbesar di Madura itu direncanakan akan menampung  garam lebih banyak. Sayangnya belum jelas,” imbuhnya.

Menurut dia, tidak masuk akal  jika perusahaan itu beralasan masih proses perencanaan.  Termasuk penyusunan detail engineering design (DED). Sebab, proses tersebut bisa   dikerjakan dua hingga tiga bulan. Faktanya, rentang waktu pencairan anggaran dengan penyusunan DED sangat jauh.

”Kami khawatir ini sengaja diambil keuntungannya. Seharusnya dua bulan perencanaan sudah selesai. Namun,  saat ini tidak ada tanda-tanda kapan pembangunan dimulai,” katanya. Jika tahun ini gudang tidak dikerjakan, akan berpengaruh pada petani.

Penyerapan  garam akan lebih dibatasi. Samsuri berharap penyerapan  garam tahun ini lebih maksimal. Serapan 2015 hanya 4.123 ton meliputi garam kualitas  satu (kw-1) dan kw-2.  Direktur Produksi PT Garam  Budi Sasongko menegaskan,  bulan depan akan dilakukan  lelang selama tidak ada kendala  dalam perencanaan.

Namun, dikatakan harus hati-hati dalam menyusun perencanaan. ”Kami sangat hati-hati. Seh-  ingga, bulan depan kami baru  bisa lelang tender,” ucapnya.  Dia membantah tudingan  mengendapkan dana di bank.  Bunga hasil perbankan juga  dimasukkan ke kas PT Garam. Khususnya rekening dana  PMN. ”Kami tidak bermaksud  mencari keuntungan melalui  bunga,” tandasnya. (radar)