Nasib Pamekasan FC Tak Jelas

Belum Miliki Pelatih dan Manajer

PAMEKASAN – Kisruh di tubuh PSSI benar-benar membuat persepakbolaan tanah air, khususnya di Pamekasan, tidak  sehat. Akibat perselisihan yang  tak kunjung usai antara PSSI dengan pemerintah pusat, dalam  hal ini Kemenpora, Pamekasan  FC saat ini mengalami vacuum  of power (kekosongan jabatan).

Aksi-pemain-Pamekasan-FC-kala-mengikuti-ajang-Piala-Nusantara-beberapa-waktu-lalu.

Itu bisa ditandai dengan tidak  adanya pengisi jabatan penting  di klub tersebut. Sejak berakhirnya kontrak pelatih Winedy Purwito akhir  Desember 2015 lalu, Pamekasan FC tidak lagi memiliki peracik di lapangan hijau.

Bahkan kongres tahunan Askab PSSI Pamekasan  pada 27 Desember lalu juga tidak memutuskan pelatih baru yang akan menggantikan pria kelahiran Malang itu. ”Ya, sekarang sudah tidak ada pelatihnya. Kita masih menunggu kejelasan dari PSSI pusat. Kalau  memang akan ada kepastian, kita siapkan nanti,” ungkap Sekretaris Askab PSSI Pamekasan Mohammad  Arif kemarin (1/1).

Selain tidak memiliki pelatih, Pamekasan FC juga tidak memiliki manajer. Pasalnya, kontrak M. Farid selaku manajer Pamekasan FC sudah berakhir seiring berakhirnya  tahun 2015. Suksesor Arief  Handayani yang menjadi manajer Pamekasan FC pada 2014 itu juga  belum diputuskan apakah akan  menjadi manajer lagi tahun  ini  tau tidak.

”Untuk sementara, kami masih  fokus pada pembenahan internal.  Tahun ini kami agendakan  turnamen U-12, U-14, dan U-17.  Itu untuk mencari bibit unggul pesebak bola,” papar Arif. ”Untuk Pamekasan FC, kami menunggu pusat saja,” pungkasnya. (radar)