Napi Rusak Belasan CCTV

Pengamanan Lapas Tak Maksimal

KOTA – Pantas saja senjata tajam (sajam) dan hal-hal yang dilarang mudah masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Pamekasan. Pasalnya, selain jumlah sipir terbatas, sejumlah closed circuit television (CCTV) di lapas tersebut tidak berfungsi.

Sejumlah-warga-mengunjungi-napi-di-Lapas-Kelas-II-A-Pamekasan-kemarin.

Pelaku pengrusakan merupakan para narapidana (napi). Hal itu diungkapkan Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan Kusmanto Eko Putro. ”Ada 36 titik (dipasangi CCTV),  tapi berfungsi tidak sampai 20 titik. Setiap kami perbaiki, selalu dirusak. Akhirnya kami mengamankan secara  manual,” jelasnya.

Sayangnya, Kusmanto mengaku pihaknya belum mengantongi nama napi yang merusak kamera pengintai itu. Hal itu dikarenakan pengrusakan biasanya dilakukan pada malam hari dan diketahui rusak keesokan harinya.

Untuk mengantisipasi masuknya  sajam dan barang-barang terlarang  lainnya ke dalam lapas, setiap hari pihaknya rutin merazia. Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan penjaga pintu utama (P2U). Petugas di pintu utama diberi kepercayaan mensterilisasi  dan memerhatikan lalu  lintas barang masuk lapas.

”Yang kedua, kami juga lakukan sterilisasi di bagian pembesukan. Terakhir, di pintu-pintu blok,” tegasnya. Semua cara itu dilakukan  karena jumlah personel keamanan di lapas tidak ideal. Dalam satu sif, hanya terdapat  14 personel yang menjaga   lapas.

Padahal, jumlah napi mencapai 750 orang. ”Ring satu di pintu utama dijaga orang, ring kedua di pos atas dijaga 4 orang. Selain itu, di  pintu tiga dijaga 1 orang, di camp  teroris dan very-very maximum  security 1 orang.

Ada 6 blok, 2 tempat pengasingan cuma dijaga 4 orang,” jelasnya. Secara umum, satu orang napi menempati satu kamar. Namun  ada juga yang tinggal per blok. Satu blok ada yang diisi 7-10 orang.  ”Kami tidak mengeluh, tetapi  intinya kami mendapatkan sedikit kendala untuk melakukan pengawasan,” paparnya.

”Sebagai  contoh, di beberapa lapas itu 1  kamar diisi 10 orang, jika yang  satu bandel, teman yang lain dan ketua kamar akan menasihati. Tetapi kalau satu orang satu kamar   siapa yang mau menasihati.   Jangkauan kami sangat terbatas,” imbuhnya mengeluh.

Berapa idealnya jumlah personel pengamanan? Kusmanto enggan menjawab secara to the  point. Dia hanya membandingkan jumlah personel pengamanan ada tahun 90-an. Kala itu, jumlah napi tidak sebanyak sekarang, namun jumlah personel pengamannya jauh lebih banyak  dari saat ini.

”Senior-senior saya di sini bilang pegawai kita dulu 250 orang dan bisa kondusif. Sekarang hanya 133 orang,”  pungkasnya. (radar)