Minta Kades Madulang Tidak Direhabilitasi

KOTA – Salah satu hak pecandu dan penyalahgunaan narkoba adalah menjalani rehabilitasi. Tujuannya memberikan  pengobatan, perawatan,  dan pemulihan. Hak ini juga bisa didapat oleh Kades Madulang (nonaktif), Kecamatan  Omben, Sampang, Moh. Rois bersama dua rekannya yang  kini menjalani proses hukum di  Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan  atas kasus narkoba.

Moh.-Rois,-Kades-Madulang-(nonaktif)-didampingi-petugas-kejari-di-ruang-tahanan-PN-Pamekasan-Selasa

Namun rupanya, tidak semua  pihak setuju dengan hak ini. Pengasuh Pesantren Darut  Tauhed Sampang KH Syaiful Jabbar mengatakan, pihaknya  tidak setuju dengan opsi rehabilitasi.  Sebab, menurutnya, mayoritas warga Madulang sangat menyayangkan apabila  kasus ini selesai tanpa ada  sanksi yang dapat memberikan efek jera.

Demi efek jera, klaim dia, kiai se-Sampang mendukung  Moh. Rois dipenjara. ”Dengan dipenjara dan dihukum sesuai aturan yang berlaku, sedikitnya ada efek jera terhadap Kades Madulang. Bahwa, dengan positif mengonsumsi narkoba, itu perbuatan yang dilarang dalam  agama,” ucapnya.

Pihaknya juga berjanji akan mengawal kasus tersebut. Dia  khawatir majelis hakim memutus  bebas begitu saja terhadap terdakwa. ”Sebab, awal penangkapan, Kades Moh. Rois sudah pernah dilepas,” tuturnya. Sementara itu, penasihat hukum tiga terdakwa M. Alfian  Al Muhdhor menjelaskan,  pihaknya sangat tidak terpengaruh dengan banyaknya  kiai yang hadir mengikuti persidangan.

Sebab, tugas utama dirinya adalah bagaimana agar kliennya bisa menghirup udara bebas. ”Bukan berarti kami  mendukung penyalahgunaan narkoba. Namun, kami sebagai  PH (penasihat hukum, Red) wajib membela klien kami mengenai haknya. Terlebih memang tidak ada unsur tindak pidana  narkoba,” akunya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • ditangkapnya para kepala desa di sampang madura
  • kh saiful jabbar
  • Rois kades