Internet Perpusda Telan Biaya Ratusan Juta

KOTA – Masyarakat Pamekasan boleh bangga dengan fasilitas dan layanan internet gratis yang diberikan kantor perpustakaan dan arsip daerah (perpusda). Namun adakah yang tahu bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh  perpusda cukup fantastis?

Puluhan-warga-mengunjungi-Perpusda-Pamekasan-di-Jalan-Jokotole-kemarin

Selama setahun,  perpustakaan yang berdiri di Jalan Jokotole itu harus mengeluarkan biaya  sekitar Rp 684 juta untuk memberikan  layanan internet gratis. Hal itu diakui langsung oleh Kepala Perpusda  Pamekasan Akhmad Zaini.

Kepada Jawa Pos Radar Madura Zaini  menuturkan bahwa pengeluaran rata-rata per bulan mencapai Rp 57 juta. Rinciannya, Rp 47 juta untuk bayar tagihan internet dan  Rp 10 juta untuk bayar listrik. Beruntung, untuk biaya internet masih dibantu oleh  pihak ketiga.

Bukan hanya pengeluaran yang besar, tahun ini perpusda juga dipastikan tidak akan memberikan sumber pendapatan  pada pemerintah daerah. Pasalnya, semua layanan di perpusda saat ini gratis. Jika tahun sebelumnya, perpusda masih  menarik uang parkir, saat ini sudah gratis.

”Pembuatan kartu anggota, denda lambat mengembalikan buku, dan lainnya, tahun  sebelumnya itu bayar. Tapi sekarang sudah kami gratiskan,” ungkap Zaini. Pihaknya mengaku memiliki alasan tersendiri mengapa semuanya digratiskan.  Dia tidak ingin sesuatu yang bersifat mendidik, mencerdaskan, dan membuat warga Pamekasan pintar, malah dimanfaatkan untuk meraup untung.

”Karena itu, kami tidak memungut sepeser pun dari para kutu buku,” tegasnya. ”Silakan yang mau ke sini datang saja. Apalagi untuk internetan, sudah dibuka 24 jam nonstop,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik berharap bukan hanya layanan internet gratis yang dikedepankan  pihak perpusda. Buku-buku di kantor tersebut juga harus lengkap dan up-to-date (terkini, Red).

”Sebab, kami juga dengar untuk buku-buku setingkat magister sering kosong. Nah, ini tolong dilengkapi. Terlebih, Pamekasan Kota  Pendidikan,” tandasnya. (radar)