Hujan Deras, Rumah Penjual Gorengan Ambruk

BPBD Janji Berikan Bantuan

KOTA – Akibat angin kencang  dan diguyur hujan secara terusmenerus, rumah milik Fadhal di Kelurahan Gladak Anyar,  Kecamatan Kota Pamekasan,  ambruk kemarin (27/2). Rumah berukuran 8 x 8 meter yang berdiri di bantaran sungai itu  tidak kuat menahan genangan  air. Apalagi luapan sungai terus meninggi hingga mencapai  fondasi rumah.

Sejumlah-warga-membantu-memindahkan-barang-barang-yang-masih-bisa-diselamatkan-kemarin

”Tadi malam (Jumat malam,  Red) hujannya kan deras. Air sungai mulai meninggi.  A khirnya, fondasi rumah kami  digenangi air,” ungkap Fadhal  menceritakan kronologinya. Dijelaskan, saat hujan deras dan aliran sungai terus meluap,  kondisi rumah tidak sampai roboh total.

Pihaknya memberi penyangga agar tidak ambruk.  Namun sayang, upaya itu gagal.  Sebab, tepat pada pukul 10.00, rumah yang dibangun  bertahun-tahun itu roboh.  ”Beruntung saat roboh saya  bersama istri sempat keluar.  Sedangkan anak semuanya berada  di sekolah,” kata Fadhal.

Pria berusia 50 tahun itu mengungkapkan,  sebagian isi rumah  masih bisa diselamatkan.  Namun tidak sedikit yang rusak dan tidak bisa digunakan lagi.  Seperti lemari, alat-alat dapur,  dan lainnya. Semuanya tertimbun  reruntuhan bangunan.

”Terpaksa, untuk sementara saya bersama istri dan empat  anak kami numpang di rumah tetangga,” tuturnya.  Pria yang kesehariannya berjualan  gorengan pisang ini mengaku tidak tahu bagaimana  caranya untuk bisa membangun  rumah kembali. Sebab hasil  jualannya dipastikan tidak cukup untuk membangun rumah  yang diperkirakan menghabiskan  biaya jutaan rupiah itu.

Terlebih, hasil keringatnya harus  disisihkan untuk membiayai  empat buah hatinya yang masih  duduk di bangku sekolah. ”Kami hanya bisa pasrah atas  musibah ini. Namun, kami  tetap berharap pemerintah  mau membantu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD  Pamekasan Akmalul Firdaus  berjanji akan segera memberi bantuan kepada korban. Saat  ini pihaknya sedang mendata  berapa kerugian yang dialami  Fadhal. Kalau sudah rampung, baru akan diajukan ke bupati. ”Biasanya, jika roboh total,  paling besar pemkab memberikan bantuan sebesar Rp 5  juta. Dengan bantuan tersebut,   sedikitnya bisa mengurangi beban,” paparnya. (radar)