Endus 26 Warkop Sediakan PSK

Pamekasan Darurat Prostitusi

KOTA – Slogan Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam) yang melekat pada Pamekasan kiranya patut  dipertanyakan relevansinya. Bagaimana tidak, slogan tersebut mulai kurang membumi. Buktinya,  setelah berstatus darurat  narkoba, kini Kota Gerbang Salam mulai mengalami darurat prostitusi.

Modus prostitusi pun beragam. Namun yang terus berkembang yaitu transaksi terselubung di warung kopi (warkop). Satuan polisi pamong praja (satpol PP) mengendus setidaknya ada 26 warkop yang diduga menyediakan  pekerja seks komersial (PSK).

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Yusuf Wibiseno mengungkapkan,  pihaknya terus mengincar  26 warkop tersebut. Namun, pihaknya mengaku kesulitan untuk  mendeteksi dan membuktikan transaksi prostitusi tersebut.

”Dari data yang kami miliki, 26 warkop yang diduga menyediakan PSK  itu tersebar di Pasar 17 Agustus dan Jalan Dirgahayu,” ungkapnya kemarin (13/3).  Menurut Yusuf, kabar tersebut merupakan modal awal untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan.

Namun, selama  ini setelah dilakukan penyisiran, belum ditemukan adanya dugaan  PSK di warkop. Hanya, beberapa pekan lalu, pihaknya mengamankan dua orang pelayan kopi.  ”Kami kan punya data beserta nama pelayan kopi. Nah, di warkop Pasar 17 Agustus kami temukan pelayan kopi dengan wajah baru. Ya, kami amankan dulu untuk didata,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, pihaknya  sudah membuat kesepakatan dengan pemilik warkop. Di antaranya, tidak boleh remang-remang  dan tidak boleh ada tabir penghalang.  Kesepakatan tersebut, kata dia, mendapat persetujuan dari  pemilik warkop.

”Sebab, jika tidak demikian, khawatir seperti warkop di pasar barat (Pasar 17 Agustus,  Red). Di sana, dua warkop kami tutup karena menyediakan PSK terselubung,” ucapnya. Lebih jauh Yusuf menjelaskan, atas dasar tersebut setidaknya mempersempit ruang gerak pemilik  dan pelayan warkop untuk melakukan tindakan amoral tersebut.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menerjunkan petugas khusus  untuk senantiasa mengawasi. Namun, pihaknya menyadari bahwa upaya itu bisa saja dikecoh oleh  pemilik warkop. ”Sebab, petugas khusus tersebut tidak selalu di lokasi. Karena itu,  kami minta kerja sama masyarakat  untuk melaporkan manakala ada kegiatan penyakit masyarakat  tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rahbini mengaku prihatin atas dugaan maraknya  warkop penyedia PSK. Karena  itu, pihaknya meminta petugas yang berwenang  untuk segera  mengecek. Jika terbukti, segera dilakukan penutupan. Menurut dia,  bisnis prostitusi  sangat  meresahkan masyarakat.

”Kami percayakan   sepenuhnya kepada  pemerintah. Lebih-lebih, Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam. Jadi, persoalan semacam ini harus ditiadakan,” ujarnya.  (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita darurat prostitusi
  • psk pasar 17 agustus pamekasan
  • psk pasar 17 pamekasan madura