Edarkan Pil Koplo, Pemuda Asal Kolpajung Diciduk

Per Bungkus Cuma Untung Rp 15 Ribu, Terancam Penjara 10 Tahun

KOTA – Satresnarkoba Polres Pamekasan mengamankan tersangka pengedar obat terlarang jenis double L. Tersangka yaitu TH (inisial), 21, warga Kelurahan Kolpajung, Kota Pamekasan. Dia di­ ringkus karena diketahui menjual obat  terlarang dengan modus menggunakan  bungkus rokok.

Tersangka diduga sering melakukan transaksi jual beli obat terlarang. Salah satu tempat tersangka bertransaksi yaitu di Jalan Pintu Gerbang (Piger), Kelurahan Bugih. Polisi melakukan penyelidi­kan setelah mendapatkan laporan dari   masyarakat.

Terungkap, tersangka me­layani pembelian obat double L dengan jumlah sesuai pesanan. Modusnya, tersangka menjual pil  double L dengan alasan obat tersebut bermanfaat untuk kesehatan. Cara menjual, tersangka sengaja mengecoh orang yang melihatnya. Transaksi sering dilakukan di tempat terbuka, namun pil dimasukkan ke bungkus rokok.

Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi  Nugroho melalui Kasat Resnarkoba AKP Mohammad Sjaiful menyatakan, ter sangka diringkus karena tertangkap tangan memiliki 70 butir pil double L. Dari  tersangka juga ditemukan uang tunai Rp 299.000 yang diduga hasil penjualan  salah satu jenis pil koplo tersebut.  Tersangka dicurigai mendapatkan obat terlarang tersebut dari GO yang masih dalam pencarian polisi.

”Tersangka melaku kan transaksi di tempat terbuka. Pil ditaruh  dalam bungkus rokok. Berapa pun pesan­annya, dia seolah menukar rokok dengan pembeli,” kata Sjaiful. Dari hasil pemeriksaan, tersangka menjual pil double L seharga Rp 30 ribu. Sementara dia kulakan seharga Rp 15 ribu kepada GO yang berasal dari Malang.

Jadi, keuntungan yang diperoleh  tersangka Rp 15 ribu tiap plastik klip yang  berisi sepuluh butir pil double L. Efek pil tersebut tergolong berbahaya. Pengonsumsi bisa tidak sadarkan diri, kondisi tubuh tidak stabil seperti orang mabuk, dan bahkan membuat mudah tersinggung.

Salah satu akibat peng­gunaan obat double L berlebihan yaitu  menyerang saraf pemakai.  Hingga kemarin tersangka masih men­jalani pemeriksaan. Dari tangan tersangka  polisi mengamankan sejumlah barang  bukti. Antara lain, 70 butir pil double L, 2  bekas bungkus rokok sebagai penyimpan­an, 2 unit handphone (HP), dan uang yang  diduga hasil transaksi senilai Rp 299.000.

Tersangka diancam pasal 196 juncto pasal 98 ayat 2 Undang­Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan  ancaman kurungan penjara maksimal 10  tahun atau denda Rp 1 miliar. Tersangka TH enggan berkomentar saat dimintai keterangan. Kepala dia tertunduk saat berusaha dimintai keterangan. Dia hanya mengaku baru berjualan pil koplo. (radar)