DPK Hapus Bantuan Alat Tangkap Nelayan

KOTA – Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Pamekasan menghapus program pengembangan perikanan tangkap. Dalam  APBD 2016, DPK tidak menganggarkan  bantuan alat tangkap ikan untuk nelayan. Kepala DPK Pamekasan Nurul Widiastuti  beralasan, tidak adanya bantuan alat tangkap  ikan tahun ini karena dua hal.

Sejumlah-perahu-nelayan-ditambatkan-di-pangkalan-Desa-Branta-Pesisir,-Kecamatan-Tlanakan.

Salah satunya,  adanya Undang-Undang Nomor 23/2014.  Yaitu, penerima bantuan harus berbadan hukum. Sementara sampai sekarang, belum  ada kelompok yang berbadan hukum.  Alasan kedua, ada pemangkasan nominal  dana alokasi khusus (DAK). Jika pada   2015 DPK mendapat DAK Rp 4,6 miliar, tahun ini hanya Rp 800 juta.

Dengan adanya berkurangnya DAK, DPK  terpaksa memangkas anggaran untuk  nelayan. Sebab, program pengembangan   perikanan tangkap seperti bantuan jaring ramah lingkungan berupa gill net, jaring dorang, dan alat tangkap, anggarannya   diambil dari DAK.

”Proposal sudah kami kirim. Tapi saya tidak   tahu mengapa DAK turun,” ungkapnya.  Pihaknya mengaku tidak tahu mengapa jatah DAK di instansinya turun drastis. nPadahal kegiatan tahun lalu direalisasikan semua. Sementara di kabupaten lain malah  jatah DAK-nya naik.

Ditanya soal rencana alokasi anggaran DAK tahun ini, Nurul Widiastuti menyatakan akan merealisasikannya untuk kegiatan fisik. Seperti rehab aset Pemkab Pamekasan Kegiatan fisik dinilai lebih gampang daripada memberikan hibah pada masyarakat.

”Selama ini kami prioritaskan bantuan langsung  pada masyarakat. Sekarang kami arahkan  ke sana (kegiatan fisik) dulu,” jelasnya.  Salah satu kegiatan fisik yang akan digarap tahun ini adalah renovasi fasilitas tempat  pelelangan ikan (TPI) di Desa Branta Pesisir,   Kecamatan Tlanakan.

Untuk pengembangan TPI belum bisa dilaksanakan karena detail engineering design (DED) yang dianggarkan tahun 2015 tidak terlaksana. ”Master plan-nya sudah ada. Cuma ded-nya gagal lelang. Dokumen harus  lengkap dulu, baru kami membangun,”pungkasnya. (radar)