Dokter Spesialis Nakal

Utamakan Praktik Pribadi daripada Bertugas di RSUD

KOTA – Dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit umum daerah (RSUD)  terbilang lengkap dan cukup. Ironisnya, puluhan dokter spesialis tersebut nakal. Mereka lebih mengutamakan pasien di tempat praktiknya masing-masing. Sementara  tugas wajib mereka untuk melayani  pasien di RSUD, diabaikan.

Dokter-Spesialis-Nakal

”Pasien rawat inap RSUD hanya ditangani perawat. Dokter  spesialis yang dibutuhkan tidak ada. Keluhan ini yang sering saya terima dari masyarakat,” ungkap anggota DPRD Pamekasan Fathorrahman kepada wartawan kemarin (25/1).

Fathor mengaku sudah menyelidiki penyebab dokter spesialis malas ke RSUD. Diketahui, rata-rata dokter sering ada di tempat  praktik pribadinya. Sehingga, mereka mengabaikan tugas wajibnya di RSUD.  ”Boleh buka praktik, tetapi jangan meninggalkan tugas wajibnya,” pintanya.

Pernyataan serupa juga disampaikan  salah seorang warga, Achmad Muhlis. Dia  mengalami sendiri saat menjalani rawat inap. Dokter spesialis yang menangani tidak hadir. Ketika ditanya, mereka beralasan membuka praktik.

”Pasien butuh dokter spesialis, kalau hanya perawat kan kurang meyakinkan. Sebab mereka yang dirawat inap itu  butuh penanganan serius. Kamar bayar,  pemeriksaan dokter bayar. Jadi kalau tidak didatangi dokter kecewa. Padahal seharusnya dokter di RSUD masuk sesuai jam kantor PNS,” kritiknya.

Direktur RSUD H Slamet Martodirdjo  Pamekasan dr Farid Anwar  mengaku sering menyampaikan  kepada dokter spesialis PNS RSUD agar masuk sesuai dengan jam kantor. Sayangnya, mereka tidak pernah berubah. Mereka  tetap memprioritaskan pasien di  tempat praktik pribadinya daripada tugas di RSUD.

”Praktik mereka di luar harus tidak mengganggu tugasnya di RSUD,”ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ismail Bey mengungkapkan, dokter membuka praktik di luar tugas wajibnya tidak bertentangan dengan hukum.

Berdasarkan Permenkes Nomor  2052/2011 dokter diperkenankan praktik di tiga lokasi berbeda. Asalkan tidak melebihi dari batas maksimal yang ditentukan. ”Batas maksimal, satu dokter bisa membuka tiga tempat praktik.  Di Pamekasan ada beberapa dokter spesialis yang membuka  izin praktik” ungkapnya.

Apakah izin praktik akan diperketat? Ismail mengungkapkan, untuk membuka izin praktik ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya, dokter harus melampirkan rekomendasi dari IDI Pamekasan, surat keterangan dari rumah sakit tempat tugas, surat tanda registrasi, KTP, dan sebagainya. Selama persyaratan  itu dipenuhi, pihaknya tidak bisa melarang dokter untuk  membuka praktik. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • Dokter Nakal