Dihantam Avanza, Abang Becak Tewas

Sopir Diamankan di Kantor Unit Laka Polres Pamekasan

GALIS – Nahas menimpa Markasim, 50, warga Desa  Pagendingan, Kecamatan Galis. Pria yang berprofesi sebagai abang becak itu harus mengembuskan napas terakhirnya setelah dihantam mobil Toyota Avanza di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan. Tepatnya di Desa Pagendingan kemarin (26/1) sekitar pukul 04.30.

Aparat-kepolisian-mengatur-arus-lalu-lintas-pasca-terjadi-tabrakan-Toyota-Avanza-vs-becak-di-Jalan-Raya-Sumenep-Pamekasan,-Desa-Pagendingan,Kecamatan-Galis,-Pamekasan,-kemarin.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha melalui Kanit Laka Polres Pamekasan AKP Tamsil Efendi menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut. Saat itu Markasim hendak menyeberang dari utara jalan ke selatan. Diduga  dia kurang memperhatikan arus lalu lintas saat hendak menyeberang.

Tiba-tiba dari arah Sumenep melaju dengan cepat mobil Avanza nopol M 1747 VE yang dikemudikan oleh Budiyanto, warga Desa Nambakor, Kecamatan  Saronggi, Sumenep. ”Nah, tiba-tiba Markasim menyeberang dan Budiyanto tidak sempat mengerem,” ujar Tamsil.

Akibatnya, mobil  tersebut menabrak korban hingga terpental beberapa meter dari tempat kejadian. Tamsil menjelaskan, saat insiden tabrakan terjadi, Markasim tidak langsung tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Dia mengalami luka di bagian kepala dan kaki kanannya.

Dibantu warga sekitar, anggota laka lantas membawa Markasim ke RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan. Setiba di RSUD, nyawa Markasim tidak tertolong. ”Berhubung sudah di RSUD, kami minta pihak rumah sakit memvisum Markasim. Kemudian kami  bawa Markasim ke kediamannya untuk dimakamkan,”  paparnya.

Dikatakan, tindakan yang dilakukan, pihak laka lantas mengambil sketsa gambar di TKP. Termasuk  barang bukti, baik Avanza maupun becak yang dikemudikan Markasim juga diamankan. ”Kami catat semua identitas mereka. Budiyanto kami amankan di  kantor unit laka sekaligus diperiksa,” tuturnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut, pihaknya masih menunggu kesepakatan keluarga Markasim. Apakah akan diproses secara hukum atau hanya ganti rugi, sepenuhnya menjadi hak keluarga korban. ”Saat ini keluarga Markasim masih berduka. Jadi belum bisa kami mintai keterangan. Ya, lihat saja nanti,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita kecelakaan di pageningan
  • berita pilkades desa banyusangkah tanjung bumi bangkalan 27 oktober 2016
  • kecelakaan di pagendingan