Bupati Kunjungi Negeri Jiran

Akan Bahas Nasib TKI Asal Pamekasan

KOTA – Seolah menjadi rutinitas,  Bupati Pamekasan Achmad Syafii kembali ”bertamasya” ke luar negeri. Jika  awal 2015 lalu orang nomor  satu di Kota Gerbang Salam itu  mengunjungi Australia, kali ini giliran Malaysia yang menjadi  tujuannya.

Bupati-Pamekasan-Achmad-Syafii

Di Negeri Jiran itu, bupati beserta rombongan akan membicarakan nasib  tenaga kerja Indonesia (TKI)  asal Pamekasan. Dalam kunjungan kerja (kunker) tersebut, Achmad Syafii didampingi Kepala Dinsosnakertrans Arief Handayani  dan Ketua DPRD Halili Yasin.

Rombongan berangkat dari  Pamekasan pada Sabtu malam (23/1) menuju Surabaya. Kemudian  takeoff di Bandara Juanda sekitar pukul 10.30  kemarin (24/1) dan langsung menuju Malaysia. Rencananya,  mereka akan berada di Malaysia hingga Rabu (27/1).

”Tadi (kemarin, Red) tanpa istirahat dari bandara langsung bertemu dengan Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) untuk  menyerap aspirasi dan informasi.  Habis maghrib kita akan bertemu dengan mahasiswa Pamekasan,” ujar Halili Yasin.

Hari ini rencananya rombongan  akan mengunjungi kampkamp  pemondokan TKI. Di   sana, bupati akan menanyakan perihal keluh kesah serta suka  duka TKI asal Kota Gerbang  Salam selama bekerja di negeri orang. Maraknya TKI ilegal juga  menjadi atensi pemkab untuk  dibahas bersama-sama.

Kemudian, pada Selasa  (26/1) rombongan pemkab  akan berkunjung ke kantor  Kedutaan Besar Republik Indonesia  (KBRI) untuk Malaysia. Agendanya lebih fokus pada penanganan TKI dari sisi pemerintahan. ”Nanti rencananya akan ada kerja sama antara KBRI dengan  Pemkab Pamekasan untuk  mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi TKI,” papar Bupati  Pamekasan Achmad Syafii.

Selepas mengunjungi kampkamp pemondokan, mantan  anggota DPR RI itu juga akan berkunjung ke rumah sakit. Sebab saat ini ada dua TKI asal Pamekasan yang sedang dirawat di rumah sakit. ”Harapannya, dengan serap informasi dan aspirasi ini, arah pemecahan masalah  TKI semakin jelas,” tambahnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik mengaku tidak tahu pasti mengenai  keberangkatan rombongan bupati.  Namun pihaknya berharap kunjungan tersebut berdampak  positif bagi para TKI dan calon  TKI Pamekasan. Minimal, pemkab  bisa memberikan bantuan  hukum ketika mendapat  masalah dan bisa membantu  pemulangan jenazah ketika  ada  TKI yang meninggal.

”Kunjungan ini diharapkan menggugah kesadaran masyarakat agar tidak lagi menjadi TKI ilegal,” tegasnya. Untuk Diketahui, setiap tahun  ada ratusan hingga ribuan TKI ilegal asal Pamekasan yang  dideportasi dari Malaysia. Terbaru,  Rabu lalu (20/1), sebanyak  32 orang dideportasi dari Negeri Jiran.

Mayoritas para  TKI ilegal tersebut kaum hawa  dan di Malaysia rata-rata bekerja  sebagai pembantu rumah tangga. Sementara untuk yang  laki-laki bekerja sebagai kuli  bangunan. (radar)