Bupati Achmad Syafii Dukung Petisi Larangan Pelajar Naik Motor

Bupati Sebut Berpotensi Disalahgunakan

KOTA – Anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor tergolong marak di Pamekasan. Bupati Achmad Syafii mendukung petisi  penjarakan orang tua yang  mengizinkan anak di bawah  umur mengendarai motor  atau mobil. Sebab, mereka  melanggar ketentuan.

Syafii mengatakan, anak di  bawah umur harus dilindungi.  Salah satunya dari bahaya  kecelakaan lalu lintas (laka lantas). ”Kami mendukung adanya petisi tersebut. Sehingga kecelakaan anak di bawah  umur bisa diminimalisasi,”  ucapnya kemarin (20/9).

Dia menilai, jika anak sekolah membawa sepeda motor,  akan berdampak pada proses  belajar mengajar. Kendaraan berpotensi disalahgunakan.  Salah satunya, untuk bolos  sekolah dan balap liar.  ”Tidak mendidik dan berpeluang menyebabkan kecelakaan. Sebab, emosi mereka  masih labil dan cenderung mengabaikan keselamatan dirinya maupun orang lain.  Banyaknya aksi balap liar  dimulai dari anak di bawah  umur,” paparnya.

Pihaknya berjanji akan melakukan gerakan penyelamatan terhadap anak sekolah. Salah satunya upaya menekan angka anak sekolah menggunakan motor. Secara aturan, siswa belum memenuhi syarat memiliki surat izin mengemudi (SIM) C.  Pihaknya berharap orang tua   tidak terlalu memanjakan.

”Secara psikologis membiarkan anak mengendarai sepeda  motor tidak mendidik. Khususnya anak di bawah umur. Kami pun sering melihat banyak anak sekolah berseragam ugal-ugalan. Bahkan merokok di atas kendaraan,” ucapnya.

Syafii berharap ada aturan yang mengikat. Hal itu sebagai upaya agar orang tua sadar bahwa anak tidak boleh terlalu dimanja. Apalagi, mengabaikan keselamatan anak. Selain itu, agar tidak berpotensi mengganggu pengendara lain. Petisi tersebut ditulis Saleha Juliandi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Selain itu, ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • Jendral tito ke madura
  • larangan pelajar pakai sepeda motor