Bahas Raperda, Dewan Booking Hotel di Malang

Anggap Pemborosan Anggaran

KOTA – Panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) organisasi perangkat daerah  (OPD) DPRD Pamekasan mempercepat agenda pembahasan raperda. Tak ingin terganggu, wakil rakyat itu harus booking Ijen Suites Resort  & Convention Hotel, Malang.

Anggota Pansus OPD DPRD Pamekasan Apik mengungkapkan, pihaknya akan tinggal di Malang selama tiga hari dua malam. Rombongan sekitar 18 orang itu bertolak dari Pamekasan sekitar pukul 10.00 dan tiba di Malang sekitar pukul 16.30 kemarin (22/9).

”Kalau semua anggota pansus ikut, berarti 18 orang. Ditambah satu orang pendamping dari unsur seretariat DPRD,” jelas Apik. Dijelaskan, pembahasan raperda OPD butuh penyelesaian. Sebab, akhir September ini harus selesai dibahas. ”Pembahasan raperda OPD ini darurat, harus fokus dan cepat selesai,” papar Apik menjelaskan alasan memilih membahas raperda di Malang.

Ditanya biaya hotel dan akomodasi lainnya? Politikus Partai Nasdem ini mengaku tidak tahu. ”Tanya ke pendamping, Pak Makki,” pintanya. Koran ini kemudian menghubungi Makki. Dia mengakui bahwa terhitung kemarin hingga Sabtu (24/9) akan menginap di Hotel Ijen. Namun saat ditanya berapa anggaran  yang dikeluarkan, tiba-tiba dia terburu-buru menutup telepon.

”Halo, halo, halo. Putus-putus nih,”  pungkasnya. Saat dihubungi sekali lagi, dia menolak panggilan Jawa Pos Radar Madura. Wakil Ketua Pansus OPD DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi memaparkan, sengaja menginap di  Malang. Alasannya, akan ada kunjungan kerja ke DPRD setempat.  Menurutnya, Kota Malang telah  tuntas membahas raperda OPD.

”Setelah kunker, kami langsung membahasnya di sini (Malang, Red). Kemudian ketika pulang ke Pamekasan tinggal membahas dengan eksekutif,” tambahnya. Terpisah, Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman menyayangkan agenda pansus yang membahas raperda di Malang.

Menurut mantan anggota DPRD  Pamekasan ini, pembahasan raperda tidak perlu menginap di   hotel luar daerah. Meski alasan  ingin fokus, dia tidak setuju dengan pilihan Kota Malang. ”Kalau alasannya ingin fokus bahas  raperda, kan bisa nginap di hotel  yang ada di Pamekasan. Kalau ke Malang, biayanya terlalu besar, lalu  ditambah harus ada uang transportasi dan lainnya,” paparnya.

Jika pun dengan alasan ada studi banding ke DPRD setempat, alasan itu juga menurutnya terlalu dipaksakan. Dia menilai, jika ada dua agenda dalam satu kunjungan, kedua-duanya tidak akan berjalan maksimal. ”Nanti pasti hanya  menghabiskan uang rakyat saja,” tegasnya.

Penelusuran Jawa Pos Radar Madura, tarif Ijen Suites Resort & Convention Hotel, Malang, cukup mahal. Sesuai situs web resmi hotel tersebut,  tarif menginap rata-rata di atas Rp 2 juta per malam. Untuk superior twin room Rp 2 juta, deluxe king room Rp  3 juta, executive room Rp 4 juta, dan president suites room Rp 20 juta per malam. (radar)