Ancam Pecat Kaur Mangar

Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba

TLANAKAN – Keterlibatan Kaur Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Samsuri dalam penyalahgunaan narkoba harus dibayar mahal. Selain berurusan dengan aparat kepolisian, pria 27 tahun itu terancam dipecat.  Ancaman tersebut dilontarkan  Sekkab Pamekasan Alwi  Beiq kemarin (28/1).

Alwi-Beiq-Sekkab-Pamekasan

”Terus terang, ini bikin malu dan tidak pantas dilakukan seorang aparat. Lebih-lebih, aparat desa yang selalu bersinggungan dengan  masyarakat. Untuk itu, kami tidak akan segan-segan memberikan  keputusan (sanksi  berat, Red),” ungkap Alwi.

Prinsipnya, lanjut dia, aturan harus ditegakkan, baik bagi masyarakat umum ataupun aparat pemerintahan. Lebih-lebih, yang bersangkutan ditengarai menjadi kurir narkoba. ”Kalau proses hukumnya sudah inkracht, kami langsung mengeluarkan surat pemecatan,” ancamnya.

Bagi Alwi, penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan yang tidak bisa  ditoleransi. Kejahatan itu setara dengan terorisme dan korupsi. Karena itu, dia berharap, ke depan tidak ada lagi aparat yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Sebab, selain merugikan diri  endiri, juga dinilai mencoreng  nama baik pemkab.

”Semua kena getahnya. Makanya, kami minta, siapa  pun orangnya, baik warga  Pamekasan, pejabat publik, dan lainnya untuk membuat jarak dengan barang haram itu. Apalagi, yang kemarin ditangkap di antaranya mantan  Kades Bandaran,” tuturnya.

Secara terpisah, Camat Tlanakan Kusairi mengaku kaget dan tidak menyangka bahwa salah seorang warganya  menjadi bandar. Apalagi, yang terlibat masih berstatus  sebagai aparat desa. ”Yang jelas, dengan kejadian  ini akan kami optimalkan pemantauan dan selalu berkoordinasi dengan pihak Polsek  Tlanakan,” tandasnya.

Sekadar mengingatkan, pada Selasa (26/1), jajaran  Satnarkoba Polres Pamekasan  menggerebak salah satu rumah bandar narkoba di Dusun Gula’an, Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan. Dari penggerebekan tersebut, korps baju cokelat menangkap tiga tersangka  saat hendak berpesta sabu-sabu (SS).

Yakni, Nur Hasan  (bandar), Asmara (mantan  Kades Bandaran, Tlanakan),  dan Samsuri (kaur Desa Mangar). Adapun barang bukti (BB) yang disita polisi berupa 6 gram SS, 4 buah alat isap,  timbangan elektrik, dan 5 bandel plastik klip. Selain itu,  aparat menyita uang Rp 5,5  juta, 1 keris, 1 celurit, 8 pisau,  30 HP, 1 unit mobil, dan 1 unit sepeda motor. (radar)