Anak Jaksa– Kasek Nyuri

Nyaris Dihakimi Warga

KOTA – Lantaran kepergok mencuri rokok di sebuah toko, dua anak di bawah umur nyaris dihakimi warga di Desa Pademawu  Timur, Kecamatan Pademawu  kemarin (23/11). Dua bocah itu diketahui berinisial ST, 17, warga  Desa Jalmak dan MY, 18, warga  Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan  Pamekasan.

ST-dan-MY-saat-diamankan-dari-amukan-warga-di-markas-Koramil-Pademawu-kemarin.

Ironisnya, kedua bocah yang  mencuri itu bukan karena tidak mampu. Keduanya diketahui anak  pejabat di Pamekasan. Sesuai pengakuan kedua bocah  kepada anggota koramil, terungkap  bahwa ST adalah anak salah  seorang pegawai (jaksa) di Kejaksaan  Negeri (Kejari) Pamekasan.

Sedangkan, MY adalah anak seorang kepala sekolah (Kasek) di Pamekasan. Ishak, 50, warga Pademawu Timur mengatakan, dua bocah itu  kepergok mencuri rokok beserta  etalasenya di toko milik Ahmad Failani, 30, di Dusun Pabrik, Desa Pademawu Timur.

Keduanya beraksi  saat pemilik toko sedang sibuk  melayani pelanggan bengkelnya. ST dan MY memang berniat mencuri rokok. Pasalnya, keduanya  mematikan mesin sepeda motornya dari jarak jauh. Kemudian,  sepeda motor dituntun  hingga tiba di toko Failani.

”Untungnya, ada warga yang melihat  dua bocah ini saat membawa rokok beserta etalasenya,” kata Ishak kepada wartawan. Spontan, warga dan pemilik toko  berteriak maling. Kedua pelaku juga  langsung lari ke arah utara.

Warga pun langsung mengejar pelaku.  Masih mujur, sebelum tertangkap warga, ST dan MY berhasil ditangkap  anggota koramil. Keduanya  diamankan dari amukan warga di  Markas Koramil Pademawu. Anggota Koramil Pademawu,  Pelda Imam Bashori mengaku, sengaja  melindungi dua pelaku karena warga sudah terlihat emosi.

”Jika  kami biarkan, bisa babak belur dua anak ini dihajar warga,” katanya. Kedua bocah itu berhasil ditangkap di depan Balai Desa Pademawu  Barat. Yaitu, 2 Km dari tempat keduanya  mencuri.  ”Walaupun diselamatkan, namun   dua bocah itu mengalami luka memar,” tambah Imam.

Kepada anggota koramil, keduanya  mengaku mencuri rokok  untuk dijual lagi. Lalu, uang hasil  penjualan rokok akan digunakan  untuk memperbaiki sepeda motor Beat bernopol M 2660 B yang mereka  bawa saat mencuri.

”Untuk lebih jelas motifnya, sebaiknya langsung konfirmasi ke Kapolsek Pademawu. Kami hanya membantu mengamankan. Proses selanjutnya adalah wewenang polisi,” tandas Imam. Sayangnya, Kapolsek Pademawu  AKP Puryanto tidak mau memberikan keterangan kepada awak media.

Beberapa kali dihubungi  dan dikirimi pesan singkat oleh  wartawan, yang bersangkutan tidak  merespons. Ketika, wartawan berupaya untuk  menemui di ruang kerjanya, yang bersangkutan sedang tidak ada di kantornya. ”Tunggu Kapolsek saja, Mas. Kami tidak berani menunjukkan BB (barang bukti) tanpa izin beliau,” kata anggota Polsek Pademawu.  (radar)

kata Kunci Terkait:

  • akp puryanto
  • berita anak banyusangkah