Amankan 1,1 Ton Beras

Diduga Penyelewengan Raskin

KOTA – Moh. Hasan, pedagang pengumpul (pengepul) beras asal Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, harus berurusan dengan polisi. Itu karena pria berusia 34 tahun itu diduga hendak menyelewengkan  beras untuk  masyarakat miskin (raskin).

Moh.-Hasan-(songkok-putih)-menunjukkan-beras-yang-diamankan-di-Mapolres-Pamekasan-kemarin.

Hasan diamankan di rumah H  Hosnan, salah satu pedagang di Desa Bicorong, Kecamatan  Pakong, Rabu malam (9/3).  Kronologinya, Hasan hendak menjual beras ke H Hosnan  dengan menggunakan pikap  milik Kades Bujur Timur. Tiba di Dusun Sumber Duko, Desa  Pakong, Kecamatan Pakong, pikap yang dikendarainya mogok.

”Akhirnya, saya tidur berjam-jam sambil menunggu kiriman aki dari rumah,”ungkap dia. Setelah itu, kemungkinan  ada warga yang melihat lalu  menuduh jika dirinya hendak menyelewengkan raskin. Padahal, menurut Hasan, beras itu murni kifayah yang dibelinya dari warga.

Hasan heran karena tiba-tiba warga dari Bujur Timur ramai dan mengintrogasi dirinya di rumah H Hosnan. Hasan sempat menolak untuk dibawa ke mapolres. Sebab dia merasa tidak bersalah.  Namun, demi menghindari  hal-hal yang tidak diinginkan, dia akhirnya mengikuti permintaan  Kapolsek Pakong.

”Ya saya ikuti saja. Biar dibuktikan kalau beras tersebut bukan hasil penyelewengan,” ujarnya. Rabu sekitar pukul 21.00, Hasan langsung diperiksa tim penyidik polres. Namun  sayang, warga yang menuding  dirinya menyelewengkan  raskin, tidak satu pun yang  mau melapor.

”Andai saja ada  yang melapor, ya akan kami  tuntut balik. Sebab, ini sudah  masuk pencemaran nama baik,” terangnya.  Moh. Hasan menambahkan,  warga mencurigai bahwa beras tersebut merupakan raskin lantaran pikap yang dikendarai  milik Kades Bujur Timur.

”Saya  pinjam pikap milik Kades karena tidak perlu sewa. Cukup  ganti bensin,” tegasnya. Kapolsek Pakong AKP Junairi  Tirto Atmojo mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan jika di rumah H Hosnan ada warga yang diamankan lantaran  hendak menyelewengkan  raskin.

Saat itu, pihaknya  langsung meluncur ke tempat  kejadian perkara (TKP). Di rumah H Hosnan sudah banyak  warga Bujur Timur yang berkumpul. ”Dikhawatirkan terjadi gesekan, kami bawa ke  mapolres,” ungkap Tirto. Ada pun barang bukti yang diamankan berupa satu unit pikap dan 1.125 kilogram beras. Rinciannya, ukuran 25 kilogram 29 sak dan ukuran 40 kilogram 10 sak. Total ada 39 sak.

”Untuk selanjutnya,  tanyakan saja ke penyidik,” tambahnya. Kanit IV Tipikor Polres Pamekasan Ipda Anwar Subagyo  mengaku sudah memeriksa  Hasan. Namun, pihaknya mengklaim belum ada unsur pidananya. Sebab, sangkaan yang dilaporkan warga belum cukup kuat.

”Tidak ada warga yang bisa membuktikan bahwa beras yang di bawa Hasan adalah raskin,” tukasnya. (radar)