Alat Bukti Lemah, Pelaku Pencurian Indophone Tak Ditangkap

KOTA – Sudah dua bulan lebih, kasus pencurian handphone (HP) miliki Indophone di Jalan Mesegit, Pamekasan, ditangani kepolisian. Namun, tidak ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap. Meski IMEI salah satu handphone yang dicuri pelaku sudah terdeteksi di luar Madura, polisi enggan menelusurinya.

Sementara, korban berharap banyak Korps Bhayangkara dapat segera mengungkap pelakunya. Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Sahrawi mengaku belum berani menangkap para pelaku. Alasannya, alat bukti yang dikantongi polisi lemah alias belum cukup.

”Kami tidak berani menangkap orang tanpa bukti-bukti yang kuat,” dalihnya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin  (15/3).  Ditanya soalnya IMEI yang  sudah terdeteksi, Sahrawi tidak membantah hal itu. Tetapi, tim satreskrim kesulitan untuk  mengungkap karena lokasi  yang terdeteksi lewat IMEI itu berada di luar daerah.

”Itu (luar daerah, Red) juga jadi  kendala bagi kami,” katanya. Meski begitu, Sahrawi mengaku sudah koordinasi dengan polisi di daerah bersangkutan. Dia juga meminta bantuan pihak polda. Namun, hingga kini tak  kunjung turun dan belum ada  perkembangan signifikan.

”Sambil lalu menunggu itu, kami tetap berupaya maksimal agar kasus ini terungkap dan semua  pelaku ditangkap,” janjinya. Perwira asal Sumenep itu mengakui, para pelaku ini sudah kategori sindikat kelas besar. Sebab, barang yang dicuri sangat banyak, dan model pencuriannya rapi.

Sekadar mengingatkan, toko  handphone (HP) Indophone di Jalan Mesegit, Nomor 3,  Pamekasan, dibobol kawanan pencuri Rabu lalu (6/1) sekitar pukul 02.30. Sedikitnya,  aksi tersebut cukup meresahkan  dan merugikan pemiliknya.

Dari hasil olah TKP dan rekaman CCTV,  diketahui pelaku berjumlah  tiga orang. Saat melancarkan aksinya, mereka menggunakan penutup wajah dan sarung tangan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • indophone kecurian
  • kasat reskrim sahrawi pamekasan