Tujuh Desa Terancam Tak Gelar Pilkades di Bangkalan

Pemkab Belum Beri Solusi

KOTA – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II di Bangkalan kian dekat. Tahapan pilkades kali ini tak  berjalan mulus. Terbukti, ada banyak persoalan yang terjadi menjelang pilkades serentak pada 27 Oktober nanti.

Sedikitnya ada tujuh desa yang terancam  tak bisa ikut merayakan pesta demokrasi tingkat desa. Dari total 143 desa, hanya 136 desa yang dipastikan melaksanakan pilkades gelombang II. Pemkab Bangkalan belum mampu memberikan solusi konkret terkait persoalan di tujuh desa itu.

Menurut Kepala Bapemas Pemdes Bangkalan Ismet Effendi, ada dua dari tiga desa yang sudah pasti tidak ikut pilkades serentak. Yakni, Desa Langkap dan Desa Jambu, Kecamatan Burneh. ”Karena calon yang mendaftar hanya satu orang. Dalam aturan minimal ada dua,” ucap Ismet saat ditemui di kantornya  kemarin (6/10).

Sementara untuk Desa Tobaddung, Kecamatan Klampis, P2KD  enggan membuka pendaftaran tanpa alasan yang jelas. Ismet menjelaskan, jika dipaksa harus dibuka pendaftaran saat ini, tidak ada waktu. Sebab, pelaksanaan pilkades sudah mepet.

”Sekarang sudah H-21. Belum nanti masa pendaftarannya sembilan hari,  ditambah lagi pencacahan daftar pemilih. Jelas tidak cukup waktunya,” katanya. Tiga desa sudah pasti gagal melaksanakan pilkades serentak tahun ini. Namun peluang empat desa yang juga bermasalah untuk bisa mengikuti pilkades serentak masih  ffty-ffty.

Menurut Ismet, empat desa tersebut yakni Desa/Kecamatan Tanjungbumi;  Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis; Desa Paoran, Kecamatan Kwanyar; dan Desa Kajjan, Kecamatan Blega.”Persoalan di empat desa ini sedang kami proses. Bisa gagal dan bisa lanjut. Tergantung keputusan bupati nanti,” katanya.

”Kalau ternyata empat desa ini tak bisa diikutkan, kita pending pada gelombang ketiga 2017. Jadi dibarengkan dengan 12 desa lainnya,” imbuhnya. Sementara itu, warga Desa Tanjungbumi Umar Jagad, 28, merasa kecewa karena panitia kabupaten dan bupati tidak bisa mencarikan solusi.

Dia menilai, pemkab yang bertugas menyukseskan pilkades serentak justru dinilai menghambat tahapan-tahapan pilkades. ”Buktinya, bupati terkesan menghindar dan tidak kunjung memberi solusi,” sindirnya.

Padahal, menurut Jagad, tidak ada persoalan apa-apa di bawah. Dia malah menginginkan pilkades di Desa Tanjung-bumi tetap dilaksanakan akhir Oktober   nanti. Jika harus ditunda, masyarakatakan kecewa dan menganggap panitia kabupaten dan pemkab tidak bertangung jawab. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita pilkades di madura terkini
  • calon pilkades bulukagung klampis
  • hasil pilkades kab bangkalan
  • kabar berita narkoba hari ini kota bangkalan
  • kbar berita bangkaln menjelang pilkades
  • pilkades bangkalan radar madura
  • pilkades bulukagung klampis
  • tujuh desa terancam gagal pilkades bangkalan