Transplanter Bakal Diserahkan ke Kades

Poktan Protes Dispertanak

KOTA – Pendistribusian 25 transplanter atau alat tanam padi yang akan direalisasikan Selasa mendatang (24/11) janggal. Sebab, bantuan tersebut bukan diserahkan kepada kelompok tani  (poktan), melainkan kepada  kepala desa (Kades).

Anak-kecil-melihat-bantuan-transplanter-yang-diletakkan-di-Makodim-0829-Bangkalan-kemarin

Anggota Poktan Gunung Mereh di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Fathorrahman mengaku sudah berkoordinasi dengan semua poktan di Bangkalan. Itu dilakukan setelah dirinya dan poktan yang lain mendapat informasi bantuan transplanter akan  diberikan kepada Kades, bukan  kepada poktan.

”Kami sebagai kelompok  tani jelas tidak terima atas tindakan dispertanak. Masak memberikan bantuan  itu secara sepihak,” katanya  kemarin (20/11).  Jika dispertanak tetap memberikan transplanter kepada Kades, Fathorrahman mengancam akan turun  jalan.

”Seharusnya, bantuan itu diberikan kepada kelompok tani bukan  kepala desa,” tegasnya.  Padahal, kata dia, bantuan pertanian sebelum-sebelumnya diserahkan kepada poktan, bukan kepada Kades. Dia pun mengaku heran dengan kebijakan Dispertanak Bangkalan.

”Kami berharap,  rencana bantuan ini di-pending dulu, karena masih ada masalah,” pintanya.  Sementara itu, Anggota  Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Suryani mengaku sudah menerima aduan dari  poktan. Dia berjanji akan mengawal  dan mengawasi hak serta kebutuhan petani.

Politikus Fraksi Golongan  Karya itu mendesak dispertanak  memperhatikan nasib petani. Apalagi, bantuan tersebut memang untuk poktan dan petani. ”Jika hal itu benar-benar terjadi, sebaiknya bubarkan saja kelompok  tani. Buat apa ada kelompok tani, percuma,” katanya.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dispertanak Bangkalan  Abdul Razak membenarkan transplanter itu bakal  diberikan kepada kepala desa Selasa mendatang (24/11). Itu sudah sesuai dengan surat  keputusan (SK) bupati Bangkalan.

Dia mengaku bingung. Sebab, tidak ada satu pun poktan di Bangkalan yang berbadan hukum. Mantan kepala Disperindag  Bangkalan itu enggan menyebutkan  nama desa dan kecamatan  yang akan mendapat 25 transplanter tersebut. ”Saya tidak hafal. Sudah dulu,  ya,” ujarnya. (radar)